Home BERITA Bantah Penculikan Keluarga Militan ISIS, Irak: Kami Hanya Memberi Jalur Evakuasi

Bantah Penculikan Keluarga Militan ISIS, Irak: Kami Hanya Memberi Jalur Evakuasi

SHARE
Ahmad Al-Rubaye/AFP/Getty Images

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Tudingan Human Right Watch (HRW) yang menyebut militer Irak melakukan tindak kekerasan terhadap keluarga militan ISIS, langsung mendapatkan bantahan dari otoritas Irak.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/7/2017), juru bicara militer Irak, Brigjen Yahya Rasool menepis tudingan tersebut. Dirinya yakin tidak ada satupun program atau rencana untuk merelokasi anggota keluarga militan ISIS dari rumahnya.

“Kami tidak memiliki informasi yang jelas soal apa yang saat ini sedang terjadi. Meski begitu, tidak ada satu pun skenario untuk memaksa orang-orang untuk meninggalkan rumah mereka. Mereka masih warga Irak,” ujar Brigjen Rasool saat berada di Washington.

Namun Rasool mengaku militer Irak saat ini tengah mencoba untuk mengevakuasi warga agar tidak terjebak di tengah medan perang. “Kami hanya menyediakan jalur yang aman untuk mereka keluar dari zona pertempuran,” tutup Rasool.

Sebelumnya, badan kemanusiaan HRW menuding tentara Irak telah bertindak semena-mena terhadap keluarga militan Irak. Menurut laporan HRW yang dirilis Kamis (13/7/2017), tentara Irak telah membawa paksa para anggota keluarga militan Irak dan menahannya di sebuah ‘kamp konsentrasi’.

Menurut badan kemanusiaan itu, militer Irak telah menangkap dan mengurung sekitar 170 keluarga militan ISIS. Mereka dikabarkan akan dihukum di dalam sebuah ‘kamp rehabilitasi’.

“Otoritas Irak tidak seharusnya memberikan hukuman terhadap seluruh anggota keluarga, hanya karena tindakan dari kerabat mereka,” ujar Wakil Direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah, Lama Fakih, seperti dikutip dari Reuters.

Dalam laporan yang sama, HRW mengatakan tindakan merelokasi warga secara paksa terjadi di beberapa tempat di provinsi Irak. Ratusan keluarga di provinsi Anbar, Babel, Dyala, Salahuddin, dan Niniveh, dilaporkan telah diminta secara paksa untuk keluar dari rumahnya.

“Satuan Keamanan Irak telah membawa sejumlah keluarga ke sebuah kamp. Di sana mereka ditahan oleh anggota kepolisian dan dituduh telah melakukan tindakan kejahatan, karena kerabat mereka merupakan anggota ISIS,” demikian bunyi keterangan pers HRW.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and DRE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here