Home BERITA Banyak Perkara yang Ditangani, Majelis Hakim Tunda Sidang E-KTP

Banyak Perkara yang Ditangani, Majelis Hakim Tunda Sidang E-KTP

SHARE
KBH_08
Sidang lanjutan korupsi E-KTP. (Kiki BH/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Sidang lanjutan kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) pada hari ini, Senin (17/4/2017) relatif berlangsung singkat.

Sebab, persidangan yang masih beragendakan pemeriksaan saksi dari pihak Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) ini baru dimulai sekira pukul 13.00 WIB dan hanya berlangsung selama tujuh jam.

Hal itu lantaran majelis hakim harus memimpin persidangan kasus lainnya, yakni pembacaan vonis kepada terdakwa Ramapanicker Rajamohanan.

Enam saksi dihadirkan dalam persidangan kali ini yakni Husni Fahmi, Setya Budi Arijanta, Mahmud, Toto Prasetyo, Joko Kartiko Krisno serta Hendry Mamik.

Namun yang terlebih dahulu diberikan kesempatan untuk memberikan kesaksian ialah Husni Fahmi selaku Ketua tim teknis pengadaan e-KTP dan Setya Budi Arijanta yang berasal dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP).

Sedangkan empat lainnya dipersilahkan menunggu di ruang tunggu saksi.

Pantauan Kriminalitas.com, pemeriksaan terhadap Fahmi dan Setya berlangsung hingga pukul 18.00 WIB.

Namun, saat keduanya usai diperiksa, Ketua Majelis Hakim Jhon Halasan Butar-Butar meminta agar pemeriksaan empat saksi lainnya dijadwalkan ulang. Kata Jhon, hal itu karena pihaknya harus berbagi konsentrasi untuk menangani perkara lainnya.

“Karena kami harus berbagi tenaga, bagaimana kalau pemeriksaan saksi lainnya dijadwal ulang. Kami harus bersikap adil kepada perkara lainnya,” pinta hakim Jhon.

Mendengar usulan itu, Ketua tim JPU KPK, Irene Putri pun menyetujuinya. “Baik Yang Mulia, mungkin sebaiknya keempat saksi dipanggil untuk penundaan,” kata Irene.

Rencananya, persidangan akan kembali dilanjutkan pada Kamis (20/4/2017) mendatang.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here