Home BERITA Bawaslu DKI Jakarta Telusuri Dugaan Mobilisasi Massa saat Pencoblosan

Bawaslu DKI Jakarta Telusuri Dugaan Mobilisasi Massa saat Pencoblosan

SHARE
Ilustrasi Pilgub DKI Jakarta (Kiki/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta menemukan adanya dugaan pengerahan atau mobilisasi massa di Pilkada Jakarta putaran pertama 15 Februari lalu.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti menuturkan, potensi pengerahan massa itu terlihat dari banyaknya pemilih yang menggunakan Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di beberapa Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Potensi mobilisasi massa untuk pemilih DPTb, maka Bawaslu akan melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujar Mimah di Kantor Bawaslu DKI, Sunter Agung, Jakarta Utara, Jumat (17/2/2017).

Mimah mencontohkan seperti yang terjadi di TPS 89 Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Dimana ada 139 orang yang memilih menggunakan e-KTP dan surat keterangan di TPS itu. Padahal, surat pernyataan yang disediakan untuk pemilih DPTb di setiap TPS hanya disediakan 20.

“Di Cengkareng Timur itu dia pake DPTb difotokopi 139 orang. Itu yang namanya mobilisasi,” ungkap Mimah.

Mimah melanjutkan, adanya dugaan mobilisasi itu berpotensi pada dugaan politik uang yang dilakukan pihak tertentu. Meski begitu, ia memahami bila tak mudah mengusut dugaan tersebut.

“Tapi kan menemukan seseorang yang mengarahkan ke paslon tertentu ini enggak mudah, enggak kelihatan, makanya kami masih terus mendalami laporan tersebut,” pungkas Mimah.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Elga Hikari Putra and Nur Ichsan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here