Home BERITA Berbelit-belit, Mantan Kadisdik Jabar Dituntut 5 Tahun Penjara

Berbelit-belit, Mantan Kadisdik Jabar Dituntut 5 Tahun Penjara

SHARE
Mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman. (Bima/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Bandung – Mantan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Asep Hilman akhirnya dituntut lima tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Hal tersebut terungkap saat sidang beragendakan tuntutan di ruang sidang Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Kota Bandung, Jalan Martadinata, Senin (7/8/2017).

Dalam amar tuntutannya, jaksa juga memohon kepada Majelis Hakim untuk memberikan denda senilai Rp 200 juta.

Terdakwa menurut amar tuntutan JPU Kejati Jabar dinilai melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP atas korupsi pengadaan buku aksara sunda di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar.

“Apabila tidak membayar denda yang ditetapkan, maka diberikan hukuman kurungan penjara selama tiga bulan,” tambah jaksa.

Tuntutan tersebut dibuat berdasarkan beberapa hal yang memberatkan dan meringankan.

Hal yang memberatkan, terdakwa memberikan keterangan berbelit-belit dan merugikan keuangan negara. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa dinilai bersikap sopan dan mematuhi tata tertib di dalam ruangan persidangan.

Atas tuntutan tersebut, Asep dan kuasa hukumnya akan segera melakukan pembelaan (pleidoi), yang akan dilaksanakan pekan depan.

“Kami akan berikan pleidoi, oleh sebab itu kami meminta waktu selama seminggu,” tegas kuasa hukum Asep Hilman.

Kuasa Hukum Asep Hilman, Saim Adikusumah dan rekan mengatakan seharusnya JPU menuntut bebas perkara kliennya karena menurut laporan dari Puslabfor mengenai tanda tangan dari barang bukti buku aksara sunda tersebut hasilnya nonidentik.

“Jadi menurut pengujian dari puslabfor soal tanda tangan klien kami itu tidak terbukti dan yang jelas penandatanganan itu juga tidak berdasarkan Asep Hilman nanti kami beberkan di Pleidoi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Asep didakwa melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan buku aksara sunda yang merugikan negara sebesar Rp 3,9 miliar.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Bima

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here