Home BERITA Berdasar Keterangan Saksi, Kapolda Metro Pastikan Kader PDIP Dikeroyok

Berdasar Keterangan Saksi, Kapolda Metro Pastikan Kader PDIP Dikeroyok

SHARE
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan. (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Kasus pemukulan yang dilakukan oleh kader LPI terhadap relawan Ahok yang juga Wakil Ketua Ranting PDI Perjuangan, Widodo di Jelambar, Jakarta Barat beberapa waktu masih terus ditindaklanjuti kepolisian.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan memastikan kasus tersebut merupakan aksi pengeroyokan dari anggota Laskar Pembela Islam (LPI), organisasi sayap Front Pembela Islam (FPI). Karena itu, lanjutnya, tersangka dikenakan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan.

“Pasal 170 itu namanya bersama-sama (pengeroyokan),” ujar Iriawan saat dikonfirmasi soal kasus tersebut di gedung Main Hall Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017).

Sebelumnya, sempat diduga ada sepuluh orang yang melakukan pengeroyokan tersebut. Karena itu, tak menutup kemungkinan akan ada tersangka lagi.

“Yang lain masih dalam tahap saksi, dan tak menutup kemungkinan kalau ada saksi lain atau bukti lain akan kami selidiki,” ujarnya.

Iriawan menambahkan, saat ini Polres Jakarta Barat sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Satu orang tersangka sudah ditahan, sedangkan tersangka masih dalam pencarian (DPO).

“Yang pertama ditangkap bernama Irfan, yang kedua saudara Fahmi sedang dilakukan pengejaran, karena memang dari keterangan saksi itu mereka berdua yang melakukan pengeroyokan terhadap saudara Widodo,” ucap Iriawan.

Ia menuturkan, sebenarnya anggota LPI dan Widodo tersebut sudah saling kenal sehingga tidak terlalu sulit bagi polisi untuk menemukan kedua pelaku pengeroyokan tersebut.

“Jadi tidak terlalu sulit sehingga Pak Widodo bisa menunjukkan siapa yang menganiayanya,” kata Kapolda yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

Terkait alasan pengeroyokan tersebut, Iriawan mengungkap bahwa hal itu terjadi lantaran pelaku dan korban terlibat cekcok sehingga anggota LPI tersinggung. Namun, Iriawan tak menjelaskan perkataan apa yang membuat pelaku tersinggung tersebut.

“Awalnya mereka terlibat pembicaraan, tapi tersangka sakit hati dan tersinggung. Lalu, ditunggu saat yang tepat untuk melakukan pengeroyokan atau penganiayaan itu,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Kanugrahan and Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here