Home BERITA Berkenalan dengan ‘Paraiba Tourmaline’

Berkenalan dengan ‘Paraiba Tourmaline’

SHARE
Batu mulia Paraiba Tourmaline yang masih dalam bentuk kasar. (geogallery.si.edu)

NAMANYA Paraiba Tourmaline. Terbentuk dari dua kata, Paraiba dan Torumaline. Paraiba merupakan nama sebuah negara bagian di Brazil. Sementara tourmaline adalah jenis batu mulia yang elemen pembentuknya antara lain, aluminium, magnesium, sodium, lithium, atau potasium.

Singkatnya, Paraiba Tourmaline adalah batu mulia jenis tourmaline yang ditemukan di Paraiba.

Mengapa batu ini dikatakan unik?

Memang batu mulia jenis tourmaline ada di sejumlah wilayah seperti Sri Lanka, Tanzania, Pakistan, dan Afghanistan. Namun, tidak semua memiliki warna vivid seperti Paraiba tourmaline yang juga dikenal sebagai cuprian elbaite.

Warna batu ini dihasilkan dari elemen copper (tembaga). Warna Paraiba Tourmaline berkisar dari biru kehijauan, hijau kebiruan, hijau, biru, dan warna violet.

Cahaya seperti ‘neon’ yang muncul dari dalam dan menerangi batu itulah yang membuat Paraiba Tourmalines menjadi batu permata dengan keunikan tersendiri dibanding permata lainnya.

Di Mana batu ini dapat ditemukan?

Paraiba Tourmaline ditemukan di kawasan pertambangan São José da Batalha dan Rio Grande do Norte salah satu kawasasan industri di negara bagian Paraiba, Brazil.

Namun akhir-akhir ini, penambangan di kedua tempat ini mulai mengalami penurunan. Menurut Matthew Morrell, seorang gemologist yang ahli dalam masalah batu permata di Brasil mengatakan, “Tambang ini masih berjalan, tapi sudah sangat jarang ditemukan batu berkualitas lebih besar dari 3cts.”

Pada awal tahun 2000, dari tambang yang ada di Nigeria dan Mozambik telah ditemukan batu Tourmaline yang warnanya mirip dengan Paraiba Tourmaline. Bahkan untuk mata yang sangat terlatih sekalipun, hampir mustahil bisa membedakan batu permata yang berasal dari Brasil dan Afrika ini.

Penemuan batu permata berukuran besar dari tambang di Afrika ini telah membawa permata indah kembali ke pasar.

Shaheen Nazir/Dok. Pribadi

Shaheen Nazir
Pakar Batu Mulia, Alumnus German Gemological Institute (GGI/1993) dan Gemological Institute of America (GIA Bangkok/2012).

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and Advertorial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here