Home BERITA Berpotensi Membangun Kelompok Militeristik, Program Bela Negara Mesti Dicabut

Berpotensi Membangun Kelompok Militeristik, Program Bela Negara Mesti Dicabut

SHARE
Anggota KMS yang juga Direktur Program Imparsial Al Araf (Odorikus Holang/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Direktur Imparsial Al Araf meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk menghapus program Bela Negara yang kini berjalan.

Menurut Al Araf, sejak awal program itu diluncurkan telah mengundang banyak kritik dari publik karena program ini tidak dilandasi regulasi yang jelas.

“Sehingga terkadang program itu menyasar pada kelompok paramiliter yang berdimensi militeristis,” katanya kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Al Araf menceritakan dalam sejarah Indonesia, satu rezim terkadang memobilisasi dan menggunakan kelompok-kelompok sipil terlatih untuk tujuan-tujuan politik pemerintah.

Ujungnya akan terjadi konflik dan kekerasan. Ia mencermati pelatihan-pelatihan bagi paramiliter yang memunculkan milisi di Timor Leste, Aceh, Papua, atau Pam Swakarsa pada masa awal reformasi.

“Kelompok-kelompok tersebut yang sering disalahgunakan untuk menghadapi kelompok-kelompok masyarakat yang kritis terhadap kekuasaan dengan cara-cara kekerasan,” tuturnya.

Menurutnya, konsep bela negara saat ini bisa diwujudkan dengan terus merawat kebinekaan dan kemajemukan di Indonesia. Karena itu, program bela negara yang penting untuk dilakukan adalah membangun kesadaran keindonesiaan itu sendiri.

“Misalnya melalui pendidikan kewarganegaraan secara berkesinambungan untuk membangun aspek kognitif,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and Kanugrahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here