Home BERITA Bersaksi di Praperadilan, Jaksa KPK Sebut Pencabutan BAP Miryam Tak Mendasar

Bersaksi di Praperadilan, Jaksa KPK Sebut Pencabutan BAP Miryam Tak Mendasar

SHARE
Sidang praperadilan Miryam Haryani. (Ery/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Jaksa KPK yang menjadi penuntut umum sidang perkara korupsi e-KTP, Wawan, dihadirkan dalam sidang praperadilan Miryam Haryani. Dalam kesaksiannya, Wawan menyebut pencabutan BAP Miryam tak mendasar.

“Di sidang tanggal 23 (Maret) kami tidak bisa memperoleh keterangan banyak dari Miryam karena yang bersangkutan mencabut BAP. Sehingga hakim memerintahkan JPU menghadirkan saksi verbalisan,” ujar Wawan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/5/2017).

Wawan menyebut, pencabutan BAP Miryam itu tidak mendasar. “Sehingga kita minta hakim sesuai undang-undang 174 KUHAP bahwa bisa memerintahkan saksi untuk dilakukan penahanan,” ucapnya.

Wawan menjelaskan saat itu hakim belum bisa memutuskan hal tersebut dengan alasan masih memeriksa saksi-saksi yang lain. “Sehingga pada waktu hakim menyampaikan juga di situ bisa menggunakan mekanisme lain sehingga kami menggunakan pasal 22 (soal memberikan keterangan yang tidak benar),” jelasnya.

Wawan mengatakan, saksi verbalisan yang dihadirkan pada sidang berikutnya adalah penyidik KPK yang kala itu memeriksa Miryam. “Pada sidang berikutnya kami menghadirkan saksi verbalisan,” ucapnya.

Sekadar informasi, pada sidang usai Miryam mencabut BAP, KPK menghadirkan tiga penyidik yang memeriksanya kala itu yakni Novel Baswedan, Damanik dan M. Irwan Susanto. Novel yang bersaksi saat itu membantah tuduhan telah mengintimidasi Miryam saat pemeriksaan.

Untuk diketahui, saksi verbalisan dalam hukum pidana berarti penyidik yang kemudian menjadi saksi atas suatu perkara pidana karena terdakwa menyatakan bahwa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) telah dibuat di bawah tekanan atau paksaan.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nicky Aditya and Ery Chandra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here