Home BERITA Biar Aman, Irman Minta Rapat E-KTP Dilakukan di Kamar Hotel

Biar Aman, Irman Minta Rapat E-KTP Dilakukan di Kamar Hotel

SHARE
Terdakwa suap e-KTP, Irman dan Sugiharto (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Direktur PT Java Trade Utama, Johanes Richard Tanjaya menjadi saksi pertama yang akan dimintai keterangannya oleh majelis hakim atas kasus dugaan korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Johanes yang sebelumnya pernah bekerja sama dengan Irman soal proyek Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) untuk pemilu tahun 2009 kembali diminta untuk terlibat dalam proyek e-KTP.

“Saat itu, Juni 2010 diajak ketemu di Hotel Sultan. Saya, Pak Irman, Pak Sugiharto, Pak Fahmi sama Pak Andi Narogong. Kami berlima,” ujarnya saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Kamis (20/4/2017).

“(Ketemuannya) di kamar hotel? Yang minta dibukakan kamar?” tanya Jaksa KPK.

“Saya yang pesan kamarnya. Pak Irman yang minta, supaya aman,” jawab Johanes.

Saat disinggung apa maksud kata “aman” yang dimaksud, dia enggan membicarakannya lebih lanjut. “Maksudnya ngobrol kita berlima supaya lebih enak Pak,” kilahnya.

Saat itu, Johanes hanya kenal dengan Irman lantaran pernah terlibat proyek SIAK sehingga hampir setiap hari berada di administrasi kependudukan (adminduk). Adapun perkenalannya dengan mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri itu terjadi sejak tahun 2007.

Saat itu, Irman sempat memperkenalkan dirinya dengan Pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sebagai pengusaha yang akan terlibat dalam proyek e-KTP.

“Saya dikenalkan dengan Andi, terus saya diminta membantu. Saya dikenalkan dengan orang HP (Hewlett Packard), hardware seperti PC, terus memperkenalkan Oracle,” pungkas dia.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Elga Hikari Putra and Regina Nabila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here