Home BERITA Bombardir Arab Saudi Tewaskan Hampir 100 Orang di Yaman

Bombardir Arab Saudi Tewaskan Hampir 100 Orang di Yaman

SHARE
houthi-1
Militan Houthi (AFP)

KRIMINALITAS.COM, Yaman – Arab Saudi dan koalisi terus melancarkan serangan udara terhadap para pemberontak Houthi di Yaman. Hampir 100 orang tewas dalam serangan-serangan udara Saudi pada Senin (6/7) waktu setempat.

Menurut kantor berita Saba yang kini dikendalikan Houthi, seperti dilansir Reuters, Selasa (7/7), sebagian besar korban merupakan warga sipil Yaman.

Dilaporkan Saba, 54 orang tewas dalam rangkaian serangan udara Saudi di Provinsi Amran, sebelah utara ibu kota Sanaa. Ini termasuk 40 orang yang sedang berbelanja di sebuah pasar di distrik Eyal Yazeed. Disebutkan bahwa beberapa wanita dan anak-anak termasuk di antara mereka yang tewas.

Menurut Saba, pesawat-pesawat tempur koalisi Saudi juga menewaskan lebih dari 40 orang saat membombardir pasar ternak di kota al-Foyoush di Yaman selatan.

Warga setempat juga melaporkan, 30 orang tewas dalam serangan udara yang menargetkan pos pemeriksaan Houthi di jalan utama antara Aden dan Lahj. Disebutkan bahwa 10 orang di antara korban tewas merupakan pemberontak Houthi.

Juru bicara koalisi Saudi belum bisa dimintai komentar atas hal ini. Namun sebelumnya juru bicara koalisi Saudi mengatakan, pihaknya tidak menargetkan warga sipil.

Sejauh ini, nyaris 3 ribu orang tewas di Yaman sejak koalisi Saudi melancarkan operasi udara terhadap Houthi dan sekutunya pada Maret lalu. Operasi udara ini bertujuan mengembalikan kekuasaan Presiden Yaman Abd-Rabbu Mansour Hadi yang kini mengungsi ke Saudi.

Pemerintah Saudi dan Amerika Serikat menuding pemerintah Iran telah mendukung dan mempersenjatai para pemberontak Houthi. Namun tuduhan ini berulang kali dibantah pemerintah Iran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham menegaskan, “Tuduhan bahwa Iran mempersenjatai Houthi tidak lain adalah upaya untuk menyalahkan orang lain atas analisis tak berdasar,” tandasnya.

(Farres Haikal)

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here