Home BERITA Bukan Kasuk ‘Ecek-Ecek’, KPK sebut Perkara Bupati Klaten Sangat Serius

Bukan Kasuk ‘Ecek-Ecek’, KPK sebut Perkara Bupati Klaten Sangat Serius

SHARE
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif. (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com)
Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif. (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyebut Kasus yang melibatkan Bupati Klaten Sri Hartini sangat serius. Pasalnya, Laode mengaku ini kali pertama KPK menangani kasus yang berhubungan dengan memperdagangkan Jabatan.

“Memang didengar banyak sekai untuk dapat posisi tertentu banyak pegawai staf harus membayar, makanya KPK menganggap ini sebagai prioritas dan perlu diperhatikan,” ungkapnya di gedung Antirasuah Jakarta pada Sabtu (31/12/2016).

“Kalau semua orang untuk dapat jabatan tertentu harus membayar, kita bisa bayangkan bagaimana kualiats pekerjaan orang itu. Kedua, sebagai bupati atau siapa pun yang asal tunjuk orang berdasarkan bayaran dia, ini tentu sangat memprihatinkan dan kehilangan otoritas moral,” lanjutnya.

Menurut Laode, hal itu sangat tidak baik untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang lebih baik ke depannya. “Maka kami imbau Kemendagri untuk memperhatikan langsung proses penentuan orang-orang yang akan menduduki jabatan tersebut,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai PP Nomor 18 Tahun 2016 yang akan diberlakukan mulai Januari 2017 mendatang, banyak pejabat eselon II dan III yang akan hilang jabatannya dikarenakan adanya perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) yang baru.

Bupati Kabupaten Klaten Sri Hartini bersama 7 orang lainnya tertangkap melakukan tindak korupsi oleh KPK di rumah dinas Bupati Klaten, Jumat (30/12/2016) pagi. Dari rumah dinas tersebut diamankan uang sekitar Rp 2 miliar dari pecahan rupiah dan valuta asing sebesar 5700 dolar Amerika dan 2.035 dolar Singapura.

Sri Hartini diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa menerima suap untuk urusan pengisian jabatan di pemerintahan Kabupaten Klaten.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and Ahmad Alfian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here