Home BERITA ‘Culik’ Anggota Keluarga Militan ISIS, Irak Dituding Lakukan Pelanggaran HAM

‘Culik’ Anggota Keluarga Militan ISIS, Irak Dituding Lakukan Pelanggaran HAM

SHARE
Anggota ISIS di Mosul, Irak
(Daily Mail)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Setelah berhasil memukul mundur militan ISIS dari kota Mosul, militer Irak kini dirundung oleh isu kemanusiaan. Baru-baru ini, sebuah badan kemanusiaan melaporkan dugaan adanya tindak kekerasan terhadap keluarga militan ISIS yang dilakukan tentara Irak.

Laporan tersebut dirilis oleh Human Rights Watch (HRW), Kamis (13/7/2017). Menurut badan kemanusiaan itu, tentara Irak telah menangkap dan mengurung sekitar 170 keluarga militan ISIS. Mereka dikabarkan akan dihukum di dalam sebuah ‘kamp rehabilitasi’.

“Otoritas Irak tidak seharusnya memberikan hukuman terhadap seluruh anggota keluarga, hanya karena tindakan dari kerabat mereka,” ujar Wakil Direktur HRW untuk kawasan Timur Tengah, Lama Fakih, seperti dikutip dari Reuters.

Fakih menilai, aksi yang dilakukan pemerintah Irak dengan memberikan hukuman kolektif terhadap keluarga militan ISIS akan membuat usaha menghapus radikalisme akan sia-sia.

“Tindakan menghukum ini adalah sebuah kejahatan perang dan akan menghalangi usaha untuk mempromosikan rekonsiliasi di area-area yang dahulu menjadi basis kekuatan ISIS,” lanjut Fakih.

Dalam laporan yang sama, HRW mengatakan tindakan merelokasi warga secara paksa terjadi di beberapa tempat di provinsi Irak. Ratusan keluarga di provinsi Anbar, Babel, Dyala, Salahuddin, dan Niniveh, dilaporkan telah diminta secara paksa untuk keluar dari rumahnya.

“Satuan Keamanan Irak telah membawa sejumlah keluarga ke sebuah kamp. Di sana mereka ditahan oleh anggota kepolisian dan dituduh telah melakukan tindakan kejahatan, karena kerabat mereka merupakan anggota ISIS,” demikian bunyi keterangan pers HRW.

Sebelumnya, Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi telah mengumumkan keberhasilannya meruntuhkan pusat negara kekhalifahan yang dibentuk ISIS di kota Mosul. Pengumuman tersebut disiarkan secara langsung oleh stasiun-stasiun televisi setempat, Senin (10/7/2017) silam.

Kemenangan atas ISIS juga kian lengkap setelah badan kemanusiaan, Syrian Observatory for Human Rights, memastikan tewasnya Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin besar ISIS pada hari Selasa (11/7/2017).

Menurut Syrian Observatory for Human Rights, al-Baghdadi tewas dalam sebuah serangan udara yang dilancarkan Rusia di Raqqa, Suriah.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and DRE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here