Home BERITA Curhatan Menko Perekonomian, Pernyataannya Soal Tarif Baru Pengurusan STNK Ternyata ...

Curhatan Menko Perekonomian, Pernyataannya Soal Tarif Baru Pengurusan STNK Ternyata ‘Dipelintir’ Wartawan

SHARE
Ilustrasi STNK. (Foto: NTMC Korlantas Polri)

 

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Menteri Koordinator Perekenomian, Darmin Nasution angkat bicara soal pernyataanya yang dikutip sejumlah media terkait komentar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai tarif baru kepengurusan STNK dan BPKB yang masuk ke dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dari pernyataannya saat itu, banyak media menafsirkan dan mengembangkan dengan sangat berlebihan oleh wartawan yang mewawancarainya. Sehingga tertulis kalau Jokowi keberatan dengan kenaikan PNBP yang besarannya mencapai tiga kali lipat karena sangat memberatkan rakyat.

“Saya merasa perlu meluruskan pemberitaan ini. Memang saya dimintai komentar oleh wartawan terkait kenaikan PNBP, tapi saya sudah menolak untuk berkomentar,” ujar Darmin di Surabaya seperti dikutip dari kantor berita Antara.
Darmin memberikan gambaran, ketika itu dirinya ditanyai wartawan pada hari pertama pemerintah mengumumkan akan ada kenaikan PNBP di kantornya.

Sementara pada hari yang sama, Presiden Joko Widodo baru saja menggelar sidang kabinet yang dihadiri para menteri di Istana Bogor.

Setelah menolak berkomentar, kata Darwin, kemudian wartawan ini bertanya, apakah Presiden Joko Widodo pernah berpesan tentang kenaikan PNBP.

“Nah, kalau soal pesan Presiden yang ditanyakan ini, saya jawab memang pernah ada, yaitu Presiden berpesan agar kenaikannya tidak terlalu tinggi yang membebani rakyat,” ujarnya.

Namun, menurut dia, pesan yang disampaikannya kepada wartawan kala itu disampaikan Presiden jauh hari sebelum PNBP ditetapkan naik. Maksudnya, bukan pesan yang disampaikan oleh orang nomor satu di Indonesia, pada waktu sidang kabinet di Istana Bogor.

“Jadi waktu itu saya hanya menjelaskan secara umum bagaimana Presiden memberi pengerahan terkait kenaikan PNBP, yaitu beliau berpesan kalau tarif menyangkut rakyat banyak janganlah dinaikkan tinggi-tinggi,” ujarnya menjelaskan.

“Tapi ditafsirkan lain oleh wartawan, yaitu diberitakan Presiden menyatakan itu di Istana Bogor, dikembangkan seolah Presiden mengomentari lagi┬ákenapa┬ánaik,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia merasa perlu meluruskan pemberitaan ini. Darwin menambahkan, pada saat itu dirinya menolak berkomentar terkait kenaikan PNBP karena belum tahu kenaikannya berapa.

“Sampai sekarang pun saya juga tidak mau berkomentar soal kenaikan PNBP. Saya hanya ingin meluruskan pemberitaan terkait pernyataan saya soal komentar Pak Presiden itu,” tegas dia.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Regina Nabila and RGN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here