Home BERITA Dituding Tim Cybernya Ahok, Pewarta Foto Indonesia Polisikan Eko Prasetia

Dituding Tim Cybernya Ahok, Pewarta Foto Indonesia Polisikan Eko Prasetia

SHARE
PFI usai melaporkan Eko di Polda Metro Jaya (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pewarta Foto Indonesia (PFI) melaporkan pemilik akun Facebook, Eko Prasetia ke Polda Metro Jaya.

Ketua PFI, Lucky Pransiska menuturkan, proses ini menindaklanjuti postingan Eko dalam Facebooknya yang menuding pewarta foto sebagai tim cyber atau buzzer.

“Apa yang dilakukannya sudah mencoreng citra jurnalis dan merendahkan kami,” ujar Lucky di Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (11/1/2017).

Lucky sendiri mengaku tak masalah jika Eko sudah meminta maaf. Namun, proses hukum terus berlangsung.

“Proses hukum kami tetap jalankan dan serahkan ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Eko dilaporkan dengan Pasal 310 KUHP dan atau Pasal Pasal 311 KUHP dan atau Pasal 27 ayat (3) UU RI No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU RI N 11 Tahun 2008 Tentang ITE.

Lucky menambahkan, laporan ini tertuang dalam No LP /147/1/2017/PMJ/Ditreskrimsus‎.

Lebih lanjut, Lucky menuturkan, yang dituliskan Eko bukan hanya menyinggung komunitasnya saja, melainkan seluruh pewarta mulai dari cetak hingga elektronik.

“Sebagai jurnalis, kami punya tanggungjawab sosial yang besar. Terlebih masyarakat sekarang begitu kritis dan cerdas. Kami dituntut sangat berhati-hati menyampaikan informasi,” tuturnya.

Seperti diketahui, Eko Prasetia menuding pewarta foto yang sedang berkumpul saat menunggu persidangan Ahok sebagai tim cyber atau buzzer.

Tudingan itu dilayangkan melalui akun Facebooknya dan sempat menjadi viral di media sosial.

“Tim Cyber/buzzer penista agama yang malu dan takut ketahuan tampangnya untuk dipublikasikan, turut hadir di persidangan hari ini. Udah seperti PSK asal Cina kelakuannya mereka, pake tutupin muka segala.”

Tak lama setelah viral, PFI kemudian melayangkan surat terbuka untuk Eko. Eko pun menyampaikan permintaanmaafnya kepada. Ia mengaku mendapatkan foto dan keterangan dari postingan netizen bernama Benz Syafe’i.

“Saya bersalah karena teledor tidak mengkonfirmasi kebenarannya terlebih dahulu,” tulis Eko mengklarifikasi. Ia pun langsung menghapus untuk menghindari ketidakbenaran.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nur Ichsan and Kanugrahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here