Home BERITA Dituntut Hukuman Ringan, Pengamat Duga Ada Kekuatan Politik di Belakang Ahok

Dituntut Hukuman Ringan, Pengamat Duga Ada Kekuatan Politik di Belakang Ahok

SHARE
JKT_SIDANG TUNTUTAN AHOK_MIFTAHULHAYAT (14)
Terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki T. Purnama
(POOL/MIFTA MIDUN/JAWAPOS)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pengamat Politik Hendri Satrio menduga ada kekuatan politik yang berada di belakang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hingga membuat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya hukuman ringan.

“Ahok ini kan tokoh politik dan kita tahu selama karirnya banyak partai politik yang mengusung dia pasti ada kekuatan politik di belakangnya cuma kan hukum jangan dicampur adukan. Tapi memang sulit untuk membuktikan,” kata Hendri saat dihubungi Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Dia bahkan menganggap JPU seakan-akan melakukan sandiwara saat sedang membacakan tuntutan terhadap Gubernur DKI Jakarta itu.

“Masyarakat melihat ada sandiwara luar biasa yang dimainkan itu dari segi sisi politik memang ada yang lucu disana,” ucap Hendri.

Saat disinggung soal peluang Komisi Yudisial memenuhi tuntutan dari berbagai organisasi masyarakat untuk meninjau ulang (Judicial Review) putusan JPU, Hendri mengatakan itu tergantung sikap Istana.

“Kalau soal ini, tampaknya kita mesti melihat dukungan istana. Kalau Istana bersikap netral mungkin saja dikabulkan oleh KY,” tandas dia.

Sekadar informasi, JPU telah menuntut terdakwa Ahok dengan tuntutan penjara 1 tahun dengan masa percobaan 2 tahun.

Ketua Tim JPU Ali Mukartono mengatakan, Ahok tak dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama. Sebab apa yang diucapkan Ahok tentang Surat Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu itu tak memenuhi unsur niat menghina agama.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Regina Nabila and Iksal Rizqi Harizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here