Home BERITA Diundang PKS Pidato Soal Negeri, Anies Baswedan Pulang Lewat Pintu Belakang?

Diundang PKS Pidato Soal Negeri, Anies Baswedan Pulang Lewat Pintu Belakang?

SHARE
Anies Baswedan
(Virza/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pembahasan RUU Pemilu yang masih menemui jalan buntu turut mengundang Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan untuk didengar pemikirannya.

Hal itu disampaikan Anies saat memberikan sambutan di acara Halal Bihalal yang digelar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Anies mengatakan, yang saat ini banyak terjadi di berbagai negara yakni adanya pemimpin yang sudah mengendalikan posisi makro, namun cara berpikirnya masih mikro.

Kata dia, hal itulah yang membuat banyak kebijakan yang dihasilkan bukanlah kebijakan yang memberikan rasa keadilan, melainkan justru kebijakan yang mengakomodasi kepentingan tertentu.

“Jadi ketika kita sampai Undang-Undang, misalnya peraturan mengenai Pemilu, Pilpres, maka kita sudah harus berpikir lima-enam pemilu (yang akan datang), tapi kita kadang-kadang berpikirnya bagaimana sekarang,” kata Anies.

Dia pun menganalogikan situasi yang terjadi saat ini seperti tumpukan kendaraan yang berhenti karena lampu lalu lintas yang tak berfungsi. Di mana, semua pengendara tidak ada yang mau mengalah dan hanya memikirkan untuk dirinya sendiri.

“Masing-masing tidak mau membebaskan dirinya, dari istilahnya rasionalitas pribadi, rasionalitas kecil menjadi rasionalitas kelompok,” ungkapnya.

Anies mengatakan, berdasarksan data dari teori keadilan untuk keadilan, maka seseorang tidak perlu tahu posisinya ada di mana. Tujuannya, agar bisa membuat aturan yang adil untuk semua pihak.

“Karena kalau kita tahu posisinya dimana, kita buat aturan yang untungkan posisi kita,” jelas Anies.

Dia pun sempat menceritakan para pendiri bangsa yang sempat berdebat saat pembentukan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1945 silam.

Menurutnya, meskipun diwarnai perdebatan,  namun mereka mau berpikiran melampaui batas waktu sekedar masalah tersebut.

“Di situlah mereka berpikir lintas pemilu,  lintas waktu. Mereka adalah Ketua Partai, politisi 100 persen. Ini tantangan elit Indonesia hari ini. Elit Indonesia punya tantangan,” tegasnya.

Namun, sayangnya, seusai menyampaikan sambutannya, dia diduga keluar dari Kantor DPP PKS melalui pintu belakang dan tidak menjumpai awak media. Padahal, puluhan awak media telah lama menunggui dirinya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here