Home BERITA Dua Pengedar Narkoba Kendalikan Bisnisnya dari Dalam Lapas

Dua Pengedar Narkoba Kendalikan Bisnisnya dari Dalam Lapas

SHARE
Pengedar narkoba yang mengendalikan bisnisnya dari dalam lapas. (Sugianto/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Semarang – Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang membekuk lima pengedar narkoba yang beraksi di wilayah Semarang. Selain menangkap pelaku, petugas juga menyita sedikitnya 26,5 gram sabu dan 98 butir pil ekstasi.

Kelima pelaku ini bukan komplotan, mereka bekerja sendiri-sendiri dan ditangkap dalam kurun waktu lima hari. Mereka adalah Denny alias Gendut (25) warga Semarang Barat yang ditangkap di kos Jalan Rambutan, Lamper, pada 4 Januari, Chandra (36) warga Semarang Tengah ditangkap di ruang ATM di Gang Tengah 6 Januari, serta Aryo Wibisono (23) warga Semarang barat ditangkap di sebuah rumah Jalan Kedungbatu Selatan, Simongan pada 7 Januari.

Sedangkan pelaku lainnya yaitu, Trikora (32) warga Semarang Utara yang ditangkap di sebuah warnet di Jalan Sadewa Pindrikan Kidul, Semarang Tengah pada 8 Januari, dan Eko S alias Kodok (39) warga Tembalang yang ditangkap di Warung Sate, Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan pada 9 Januari.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Abiyoso Seno Aji menjelaskan, dua dari lima pelaku ini mengaku aksinya dikendalikan dari dalam lapas. Satu pelaku Aryo dikendalikan dari Lapas Pekalongan, sedangkan pelaku Trikora dikendalikan dari lapas kelas I Kedungpane.

“Modusnya masih pakai cara lama, para pengedar ini diperintah melalui telepon seluler dan diminta mengambil barang di suatu tempat, lalu diedarkan berdasarkan pesanan,” terang Abi saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Rabu (11/1/2017).

Sementara itu, pelaku Aryo diamankan dengan barang bukti paling banyak, yakni 23 gram sabu dan 98 ekstasi. Ia mengaku, baru bekerja selama tiga hari atas perintah narapinda berinisial A di Lapas Pekalongan.

“Barangnya saya ambil di tong sampah di Pasar BK, Simongan dengan kondisi dibungkus plastik warna hijau yang isinya sabu dan ekstasi,” ucapnya.

Kepda polisi, Aryo mengaku kenal dengan narapidana A saat berada di Lapas Kedungpane. Saat itu pelaku dihukum selama lima bulan penjara terlibat kasus penganiayaan pada tahun 2012 silam.

“Setiap kali mengantar barang saya diupahi Rp 50 ribu, uangnya ditransfer ke rekening teman saya, karena saya enggak punya rekening,” tutur pria bertato itu.

Hingga kini, para pelaku masih ditahan di Polrestabes Semarang untuk dilakukan pengembangan selanjutnya. Sementara, penyetok narkoba para pelaku ini masih dalam pencarian.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Sugianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here