Home BERITA Gara-Gara WannaCry, Disdukcapil Depok Berubah Jadi Terminal Bus AKAP

Gara-Gara WannaCry, Disdukcapil Depok Berubah Jadi Terminal Bus AKAP

SHARE
Warga mengantre di Disdukcapil Depok
(Ucok/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Depok – Kebijakan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok untuk mematikan jaringan internet di seluruh instansi demi mencegah serangan malware (virus) Ransomware WannaCrypt atau WannaCry berbuah pahit bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapi).

Pasalnya, Disdukcapil harus melakukan pendataan pengurusan KTP Elektronik (e-KTP) dan Kartu Keluarga secara manual. Alhasil, Balai Kota Depok pun berubah menjadi seperti terminal bus, akibat antrean panjang yang terbentuk di kantor Disdukcapil.

“Kantor kami ini sudah seperti terminal bus yang dikerumuni orang yang ingin beli tiket untuk mudik. Bagaimana tidak numpuk karena datanya mereka harus kami proses manual. 30 pegawai yang kami siagakan pun sudah kewalahan,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Depok, Misbahul Munir, Senin (15/5/2017).

Misbahul mengatakan bahwa jajarannya menerima 15 ribu surat pengaduan pelayanan dari masyarakat. Mayoritas surat tersebut terkait pembuatan e-KTP dan KK, serta akte kelahiran.

Diakui Munir, sejak kebijakan itu ditempuh jumlah warga yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan yang ditangani stafnya itu mencapai 10 ribu orang/hari. Akibatnya mereka pun harus bekerja lembur dari jadwal kerja yang ditetapkan pemerintah yakni pukul 16.00 di hari kerja.

“Dua hari ini kami pulang sampai pukul 19.30, soalnya kasihan warga yang sudah antre tetapi tidak dilayani pasti akan mengamuk kepada kami. Kalau dihidupkan jaringan internet, data kependudukan akan hilang,” ucapnya.

Munir pun telah mengajukan permohonan maaf kepada warga Depok yang mendapatkan perlakukan pelayanan kurang mengenakan dari para stafnya itu. Dia berharap masyarakat pun ikut mengerti akan serangan virus tersebut terhadap data perekaman identitas mereka yang telah dikerjakan selama tiga tahun belakangan ini.

“Siapapun bisa emosi, tetapi kan harus dimengerti dengan masalah yang dihadapi. Jangankan masyarakat kami pun jadi korban dari penyebaran virus ini. Pasti nanti akan ada solusi hingga pelayanan berbasiskan internet ini akan digunakan kembali,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and Ucok Barimbing

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here