Home BERITA Gerakan Penjarakan Ahok Dinilai Tepat Jika Penegakan Hukum Tumpul dan Ompong

Gerakan Penjarakan Ahok Dinilai Tepat Jika Penegakan Hukum Tumpul dan Ompong

SHARE
Pengamat Politik, Ubedilah Badrun. (Elga/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pengamat politik Ubedilah Badrun menyebut langkah sejumlah ormas Islam yang akan melakukan demo lanjutan jika Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tak dipenjara adalah langkah tepat.

Menurut Ubedilah, langkah tepat ini diperlukan jika nantinya proses hukum tak sesuai harapan.

“Kalau kemudian pertimbangan-pertimbangan dari para ahli pidana ini tak didengar, ya itu tak menutup kemungkinan akan memunculkan gerakan massa lagi,” kata Ubedilah kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Ubedilah melanjutkan, kalau hukum dirasa tumpul, maka kewajiban bagi masyarakat untuk mengkritisinya.

“Kalau hukum tumpul dan tak menempatkan keadilan sebagai tonggak utama penegakan hukum, maka gerakan masyarakat itu menjadi solusi untuk menegakkan hukum, meski hukum tak boleh bekerja karena tekanan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, agar gerakan massa itu tak terjadi, maka yang perlu dilakukan penegak hukum adalah memberikan rasa keadilan bagi masyarakat dan memvonis Ahok sesuai dengan tindak pidana yang dia lakukan.

“Jadi daripada terjadi gerakan sosial masif, lebih baik hukum bekerja. Unjuk rasa itu sah-sah saja. Kebebasan berekspresi masyarakat dan menyampaikan pendapat Itu kan dijamin UU,” tutup analisis politik dari UIN ini.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Kanugrahan and Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here