Home BERITA Hok…! Penjara Bukan Berarti Kalah

Hok…! Penjara Bukan Berarti Kalah

SHARE
Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama saat sidang vonis. (POOL/SIGID KURNIAWAN/RAISAN AL FARISI)

RENCANA Tuhan adalah misteri, mutlak, dan tak bisa diganggu gugat. Bahkan untuk mengintip dan mencuri tahu saja, manusia tak ada kuasa sedikit pun melakukannya. Yang bisa dilakukan manusia hanyalah menerimanya, kemudian berikhtiar agar takdir yang diterimanya bisa menjadi keputusan yang terbaik baginya.

Boleh jadi, apa yang kita anggap baik bagi kita, belum tentu baik di mata Tuhan. Dan sebaliknya, apa yang dianggap buruk bagi kita, belum tentu buruk di mata Tuhan. Seseorang yang akan diangkat derajatnya ke level yang lebih tinggi, bukanlah orang yang menjalani hidupnya dengan mulus dan tanpa rintangan.

Ada saja ujian dan tantangan hidup yang terjal penuh onak dan duri, bahkan sangat mungkin menjungkalkannya pada keadaan yang paling menyakitkan. Tapi, itulah cara Tuhan untuk menempa seseorang sebelum mengangkatnya ke maqom yang lebih tinggi.

Nelson Mandela adalah salah satu contohnya. Pada 1962, politisi dan pejuang antiapartheid (sistem pemisahan ras) di Afrika Selatan ini pernah dipenjara karena perjuangannya mengangkat nasib warga kulit hitam dari diskriminasi.

Namun pada tahun 1990, Mandela keluar penjara setelah dunia internasional menuntut pembebasannya usai menjalani hukuman selama 27 tahun. Dan empat tahun kemudian setelah kebebasannya, tepatnya pada 1990, ia terpilih sebagai Presiden Afrika Selatan yang dijabatnya hingga tahun 1999. Mandela adalah orang Afrika Selatan berkulit hitam pertama yang memegang jabatan presiden.

Lalu, mungkinkah ilustrasi cerita heroik Mandela itu disamakan dengan nasib Ahok saat ini? Tentu tidak, bahkan terlalu mengada-ada kalau dipaksakan untuk sama. Alasannya, Ahok tidak sedang memperjuangkan harkat kemanusiaan. Calon Gubernur DKI Jakarta itu dipenjara karena terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan penodaan agama.

Namun setidaknya, ada sedikit -sekali lagi sedikit saja- persamaan antara keduanya, keduanya sama-sama harus mendekam di jeruji besi ketika sedang berjuang menggapai impiannya.

Sudah jatuh masih pula tertimpa tangga, itulah ibarat nasib Ahok saat ini. Sudahlah gagal jadi gubernur, masih pula harus menghadapi segudang kebencian dari sekelompok pihak yang berseberangan dengannya. Bahkan sekarang, dia harus rela menjalani hari-hari kelabunya di Lapas Cipinang karena tak pandai menjaga ujaran.

Tak perlu kecil hati, Pak Ahok. Toh keputusan wakil Tuhan di dunia itu juga belum inkrah sehingga masih ada kesempatan ‘berburu’ keadilan dengan mengajukan banding atas putusan hakim. Yang pasti, selalu ada harapan meski label terpidana akan selalu melekat padamu.

Dan kalau dalam ajaran Islam nih, Pak, Allah berfirman bahwa Allah tak akan membebani atau menguji hambanya, melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Jadi bersabar saja, seperti yang selalu Pak Ahok bilang bahwa ‘Ada Tuhan yang pegang kuasa’.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and SJM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here