Home BERITA HTI Belum Terima Surat Pembubaran, Yusril Heran Notaris Dapat Salinan

HTI Belum Terima Surat Pembubaran, Yusril Heran Notaris Dapat Salinan

SHARE
Yusril Ihza Mahendra (Elga/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Sudah lebih dari dua pekan dibubarkan, perwakilan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) belum juga menerima surat pembubaran dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Menkumham sampai hari ini belum pernah mengirim surat keputusan pencabutan status badan hukum dan pembubaran HTI,” ujar Kuasa Hukum HTI, Yusril Ihza Mahendra di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (7/8/2017).

Anehnya, kata Yusril, fotokopi surat pembubaran dan pencabutan badan hukum HTI telah dikirimkan kepada notaris yang mengurusi perizinan ketika HTI ingin membuat badan hukum Organisasi Kemasyarakatan (Ormas).

“Ini aneh buat saya karena pekerjaan notaris kan sudah selesai kalau aktenya sudah dibuat dan dikirimkan kepada Kemenkumham untuk disahkan sebagai badan hukum,” kritik pakar hukum tata negara ini.

“Jadi kalau dibubarkan, langsung dong (surat pembubaran) ke organisasinya,” tambahnya.

Selain itu, ia mengaku sudah membaca fotokopi surat pembubaran tersebut. Ia pun hanya menyinyiri apa yang tertuang dalam surat tersebut.

Pasalnya, dalam surat itu tertulis bahwa pembubaran HTI dilakukan “setelah membaca surat dari Kemenkumham” tanpa dijelaskan secara rinci alasan dibubarkanya HTI.

“Jadi tidak ada pertimbangan mengapa HTI dicabut status badan hukum dan mengapa dibubarkan. Itu tidak ada dalam keputusan Menkumham itu,” papar Ketua Umum PBB ini.

Terlebih lagi, Yusril mengungkapkan pasal yang digunakan untuk pembubaran HTI dalam surat itu juga tidak spesifik.

“Jadi hanya mengingat UU 17 tahun 2013 tentang Ormas, mengingat Perppu No 2 tahun 2017 tentang perubahan Undang-Undang Ormas. Jadi spesifik pasal mana yang digunakan itu tidak ada,” tandasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here