Home BERITA  ICJR: Harusnya Kasus Acho Ditolak Sejak Awal karena Bukan Perkara Pidana

 ICJR: Harusnya Kasus Acho Ditolak Sejak Awal karena Bukan Perkara Pidana

SHARE
Komika Acho di Gedung Kejari, Jakarta Pusat (Kiki/kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Direktur Eksekutif Institute For Criminal Justice Reform (ICJR), Supriyadi W Eddyono heran dengan sikap polisi saat menangani kasus Muhadkly Acho yang disangka melakukan pencemaran nama baik.

Padahal menurut Supriyadi, Acho hanya mengkritik dan mempertanyakan pengembang yang belum memenuhi hak penghuni Apartemen Green Pramuka.

“Itulah yang mengherankan, harusnya dari awal perkara ini ditolak karena bukan perkara pidana,” katanya kepada Kriminalitas.com, di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Dia percaya, kasus yang menyeret Acho tidak memenuhi unsur pidana. Karena itu sejak dilaporkan, polisi bisa saja tidak melanjutkan pengusutan.

“Kan ada kewenangan, kalau bukan pidana jangan dipaksa pidana dong,” tegasnya.

Acho disangka melakukan pencemaran nama baik kepada Apartemen Green Pramuka. Sangkaan itu berdasarkan tulisan Acho di blog pribadinya pada tahun 2015 lalu. Tercatat Acho merupakan penghuni apartemen sejak 2014.

Dalam tulisan, Acho kecewa dengan pengelola apartemen terkait fasilitas ruang terbuka hijau dan tempat parkir.

Namun tulisan itu justru berujung pada proses hukum. Acho dilaporkan oleh Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera yang mengelola apartemen.

Polisi kemudian mengusut hingga akhirnya Acho ditetapkan tersangka dengan jeratan Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah Pasal 310, 311 KUHP.

Usai pengusutan di polisi, berkas Acho sudah dilimpahkan ke Kejari Jakarta Pusat. Saat ini, Acho merupakan tahanan kota dari Kejari.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and Aristo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here