Home BERITA Ini Masalah Lain yang Terjadi di Green Pramuka City

Ini Masalah Lain yang Terjadi di Green Pramuka City

SHARE
Ratusan warga apartemen Green Pramuka City (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Salah satu yang menjadi polemik di Apartemen Green Pramuka City adalah terkait pembentukan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3RS). P3RS yang dibentuk oleh penghuni dianggap tidak sah.

Salah satu penghuni apartemen, Asta GP mengaku bahwa badan pengelola yang ditunjuk oleh pihak pengelola Apartemen GPC bukan merupakan Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Rumah Susun (P3RS).

“Kalau badan pengelola yang ditunjuk pengelola itu bukan P3RS. Kalau P3RS cuma ada satu yaitu yang diketuai Widodo Iswantoro yang kemudian enggak dianggap sah menurut pengembang karena belum memegang Sertifikat Hak Milik (SHM),” kata Asta saat dihubungi Kriminalitas.com, Jakarta, Kamis (10/8/2017).

Meski SHM belum diterima penghuni, Asta dan penghuni lain tetap membentuk P3RS dengan berpedoman pada aturan bahwa penghuni telah menetap selama satu tahun di apartemen tersebut.

“Kalau ada niat baik dari pengelola, sebenarnya SHM bisa saja diberikan, tapi karena tidak ada, kami membentuk berdasarkan aturan tadi saja,” tuturnya.

Selain itu, Asta juga mengaku kalau dirinya merasa terjebak karena ia tak menyangka hunian yang ditempati malah bermasalah dan bertindak secara sepihak.

“Jujur iya merasa terjebak, karena juga kan kami enggak sempat mempelajari,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Iksal Rizqi Harizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here