Home BERITA Ini Peran Bea Cukai Batam Dalam Penangkapan Kapal Pembawa 1 Ton Sabu

Ini Peran Bea Cukai Batam Dalam Penangkapan Kapal Pembawa 1 Ton Sabu

SHARE
Kapal pengantar sabu 1 ton diamankan di Batam
(Azairus Adlu/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Batam – Kapal Wanderlust yang membawa 1 ton sabu ke Anyer, Banten, Jawa Barat berhasil diamankan tim gabungan Bea Cukai Batam dan Kepulauan Riau di perairan Tanjung Berakit, Batam, Sabtu (15/7/2017) sekitar pukul 07.22 WIB.

Kepala Seksi Penindakan KPU Bea Cukai Batam, Slamet Pramono, menjelaskan awal mula penangkapan terhadap kapal yang dibawa dari Taiwan ini.

“Awalnya pada hari Kamis (13/7/2017), kami menerima informasi dari Beca Cukai Pusat untuk melakukan penelitian terhadap sebuah Kapal Wanderlust Nomor 667001455. Setelah itu, tim langsung mempersiapkan operasi laut untuk mencari keberadaan kapal tersebut,” jelasnya kepada Kriminalitas.com, Senin (17/7/2017).

Operasi laut dilakukan lantaran kapal itu diduga kuat terkait pemasukan barang ilegal (narkoba) ke Indonesia dan hendak kembali ke negara asalnya, Taiwan.

Slamet mengatakan, tim pun langsung melacak posisi dan koordinat kapal dengan mengerahkan tiga speedboat untuk berjaga di sepanjang jalur Mumbing-Mapor-Tanjung Berakit. Dengan kecepatan 20 knot per jam, kapal itu akan berlabuh di perairan tersebut pada hari Jumat (14/7/2017).

“Tapi aneh, sudah kami tunggu sampai sore tidak ada yang melintas. Setelah dicek lagi, ternyata kapal itu melambatkan kecepatannya menjadi 9 knot, alhasil dia baru mendarat keesokan harinya,” ungkapnya.

“Nah, tepat pukul 07.22 hari Sabtu, speedboat BC7005 melihat ada kapal yang akan melintas dan tim langsung bergerak untuk memberhentikannya guna memeriksa surat dan tujuan kapal,” tambahnya.

Setelah kapal berhenti, dia melanjutkan, kru yang merupakan orang Taiwan ini tidak dapat menjawab pertanyaan tim. Petugas pun melakukan penindakan dengan memeriksa isi dan surat jalan kapal.

“Ternyata dokumennya semua palsu, bahkan kapalnya juga milik Vietnam yang mereka ambil, lalu dipalsukan identitasnya dengan mengganti nama dan merubah cat kapal,” terangnya.

“Modus seperti ini memang banyak, sudah sering. Dan ini sudah menjadi makanan sehari-hari kami. Makanya, saat polisi meminta bantuan, tim sudah stanby dan langsung bergerak cepat,” beber Slamet.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Slamet berujar bahwa proses selanjutnya diserahkan ke pihak kepolisian selaku instansi yang berwenang untuk menindaklanjutinya.

“Bea cukai hanya sampai mengamankan kapal ini. Selanjutnya polisi karena ini sudah masuk ranah pidana,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Tipe B Batam, Raden Evy Suhartantyo mengatakan bahwa kapal berwarna putih itu merupakan target kepolisian yang sudah diintai sejak empat bulan lalu.

“Saat ini kapal sudah disandarkan di Kantor Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Uncang untuk diamankan, dan untuk pelaku tidak ada yang melawan,” ujarnya.

Kapal mewah tersebut berasal dari negara Sierra Leone, Afrika Barat. Kapal yang tidak memiliki bendera ini memiliki panjang 30 meter yang diperkirakan berharga Rp 25 miliar sudah disegel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and FDC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here