Home BERITA Jaksa KPK Cium Keganjilan saat Paulus Bersaksi di Pengadilan Tipikor

Jaksa KPK Cium Keganjilan saat Paulus Bersaksi di Pengadilan Tipikor

SHARE
Ilustrasi Korupsi e-KTP (Virza Prasetyo/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum KPK mencium pernyataan yang berubah-ubah saat Paulus Tannos menjadi saksi sidang korupsi e-KTP di persidangan Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat.

Terlebih saat Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra itu membeberkan pertemuannya dengan Setya Novanto dalam megaproyek e-KTP.

“Saat di Equity (SCBD) saya hanya berpapasan di lift dan tidak ada pembicaraan apa pun (dengan Setnov),” ujar Paulus di Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (18/5/2017).

Mendengar pernyataan itu, jaksa heran karena pernyataan Paulus berbeda dengan sebelumnya. Bahkan, Jaksa Abdul Basir sempat membacakan BAP Paulus yang berbeda dengan pernyataan Paulus di persidangan.

“Pada tanggal 17 Mei 2016 di keterangan Anda di BAP, Pak Novanto tanya bagaimana proyek e-KTP dan selanjutnya di hadapan saya, bagaimana ini? Wah masih sama pak dari hasil di Wijaya. Lalu Setya Novanto bilang ke Andi wah payah,” kata Jaksa saat membacakan BAP.

“Percakapan ini betul terjadi?” tanya Jaksa.

“Setelah saya ingat, yang (benar) diungkapkan dalam sidang ini. Saya ingat step by step tidak ada,” terang Paulus.

“Pak Setya Novanto menanyakan ke saya tentang perkembangan (e-KTP). Saya jelaskan baru dimulai tahapan dipasang di Sandipala baru cetak sedikit kartu karena data yang tersedia terbatas,” lanjutnya.

Mendengar keterangan dari Paulus, majelis hakim akhirnya mempertanyakan sikap Paulus yang saat ini berada di Singapura dan bersaksi melalui telekonferensi.

“Saksi, apakah melalui telekonferensi ini Anda nyaman? Apakah ada tekanan dari seseorang?” tanya hakim.

“Nyaman Yang Mulia, tidak ada tekanan (dari) siapa pun,” kata Paulus.

Sebelumnya, dalam persidangan Paulus mengaku pernah bertemu Setya Novanto sebanyak dua kali. Pertemuan tersebut diakuinya hanya sebagai perkenalan bahwa dirinya sebagai Direktur PT Sandipala yang ikut dalam proyek e-KTP. Paulus bertemu Setnov melalui tersangka Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and Diki Trianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here