Home BERITA Joya Tewas Dibakar Massa Akibat Reaksi Polisi yang Lambat?

Joya Tewas Dibakar Massa Akibat Reaksi Polisi yang Lambat?

SHARE
Ilustrasi (Virza/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Mengomentari isu yang menyebut lambatnya reaksi polisi dalam menangani kasus main hakim sendiri yang berakibat pada kematian Muhammad Al Zahra alias Joya (30), Kapolres Metro Kabupaten Bekasi, Kombes Asep Adi Saputra memberikan penjelasannya.

Saat ditemui Kriminalitas.com di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Asep menilai polisi memiliki kendala tersendiri pada ‘hari penghakiman’ terhadap Joya. Salah satunya adalah jarak antara Gedung Polres dengan lokasi kejadian yang sangat jauh.

“TKP dengan kantor polisi itu 10 kilometer jaraknya. Setengah jam setelah kejadian, ditelepon Babinkamtibmas oleh saudara Rojali,” kata Asep, Rabu (9/8/2017).

Asep juga memaparkan, pihaknya juga sudah berusaha sebaik mungkin untuk merespon laporan terkait kasus tersebut.

“Dan ingat juga peristiwa tersebut kurang lebih satu jam. 25 menit kemudian kita sudah hadir di TKP. Jadi saya kira dalam konteks ini harus dipahami juga bagaimana situasinya,” tambah pria berkacamata ini.

Di Polsek Sukatani sendiri, menurut Asep, jumlah anggotnya ‘hanya’ 51 orang. Sementara di sana ada 203 ribu penduduk. “Kalau dirasiokan 1:4000. Belum lagi jarak yang jauh. Jangan dilihat seperti di kota ya, itu kan di desa,” tambahnya.

Dia berharap agar masyarakat setempat memiliki kepekaan terhadap sesuatu yang terjadi di wilayahnya, seperti apa yang dilakukan marbut bernama Rojali yang menghubungi polisi saat pengeroyokan terjadi.

“Saudara Rojali mengatakan dia langsung menelepon Babinkamtibmas. Itu menandakan bahwa selama ini ada sebuah komunikasi yang dibangun dengan masyarakat. Jadi saluran komunikasinya directly seperti itu,” papar Asep.

Lebih jauh, Asep juga menjelaskan pihaknya saat ini masih terus memburu beberapa pelaku penganiayaan terhadap Joya yang masih buron. Asep mengatakan, pelaku diperkirakan lebih dari lima orang.

“Kami terus mengembangkan. Ada beberapa yang tengah diburu,” tutup Asep.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here