Home BERITA Kasusnya Tak Kunjung Rampung, Keluarga Tahan Ginting Geruduk Kantor Polisi

Kasusnya Tak Kunjung Rampung, Keluarga Tahan Ginting Geruduk Kantor Polisi

SHARE
Pengacara keluarga Tahan Ginting, Rio Saputro (kanan)
(ISTIMEWA)

KRIMINALITAS.COM, Medan – Lambatnya penanganan kasus pembunuhan Tahan Ginting (44) di Simpang Pantai Lubuk Indah, Desa Namorih, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang, bulan Oktober 2016 silam, membuat keluarga korban merasa gemas.

Kuasa Hukum korban Rio Saputro dari Pos Bantuan Hukum Advocat Indonesia didampingi adik ipar korban (Tahan Ginting) Hendro Sembiring, Kamis (18/5/2017) siang mendatangi markas Polrestabes Medan.

Kedatangan Rio dan Hendro untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan penyidikan kasus almarhum.

“Kedatangan kami ke Polrestabes Medan untuk menindaklanjuti perkara pembunuhan almarhum (Tahan Ginting) dan tentang seorang pelaku yang sampai saat ini masih berkeliaran alias DPO, atas nama Andreas Joseph Tarigan,” kata Rio didampingi saudara ipar korban, Hendro Sembiring.

Selain itu, Rio juga meminta kepada penyidik agar dua orang saksi bernama Jimmi Kristian Tarigan (pegawai Badan Lingkungan Hidup Pemprov Sumut) dan Brigadir Arih Sinuhaji segera ditetapkan sebagai tersangka. Padahal majelis hakim Pengadilan Negeri Lubuk Pakam bersidang di Pancur Batu sudah menyebutkan mengapa kedua saksi ini tidak dijadikan tersangka.

“Saat bertemu dengan penyidik, mereka menyampaikan masih menunggu fakta persidangan. Untuk yang DPO kita tunggu sampai masuk putusan maka yang bersangkutan kita jemput,” ungkap Rio lagi.

Dengan kesempatan yang sama, Hendro berharap agar pihak kepolisian segera menangkap Andreas Joseph Tarigan. Dan dua orang pelaku yang statusnya masih sebagai saksi dijadikan tersangka.

“Karena dalam persidangan majelis hakim menyampaikan pada jaksa seharusnya dua orang saksi ini sudah tersangka. Itulah yang sangat kita sayangkan. Tapi bagaimana pun kami berharap kasus ini segera dituntaskan,” tutur Hendro.

Seperti dikabarkan sebelumnya, seorang pengusaha paasir asal Desa Baru, Kecamatan Pancurbatu, Deli Serdang, Sumatera Utara dibunuh secara sadis oleh empat warga di desa Namorih, dekat lokasi usahanya, di Pancurbatu, Sabtu (22/10/2016).

Tahan dibunuh dengan cara dikeroyok. Pengusaha tersbut dipukuli di bagian wajah dan rusuk secara bertubi-tubi. Setelah tak berdaya, kepala korban dihajar menggunakan batu oleh salah seorang pelaku.

Akibat pengeroyokan tersbut, korban tewas seketika di lokasi kejadian, sekira pukul 10.30 WIB.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and Dian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here