Home BERITA Kita Harus Bijak, Penembakan Sedan di Lubuklinggau karena Polisi Ingin Halau Kejahatan

Kita Harus Bijak, Penembakan Sedan di Lubuklinggau karena Polisi Ingin Halau Kejahatan

SHARE
Ilustrasi (Polri.go.id)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Insiden penembakan sedan di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, harus dilihat secara bijak dan proporsional. Pasalnya, tidak sepenuhnya kesalahan ada di pihak kepolisian.

Begitu disampaikan Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, Jumat (21/4/2017).

“Brigadir K pelaku penembakan di Lubuklinggau Sumsel sudah diperiksa propam. Namun kami berharap elit Polri dan publik bisa bijak melihat peristiwa penembakan itu. Sehingga Brigadir K cukup diingatkan dan tidak perlu dikenakan sanksi karena apa yang dilakukannya adalah bentuk ketegasan seorang aparat kepolisian di lapangan dalam menghadapi situasi yang ada,” kata Neta.

Menurutnya, tindakan tegas memang harus dilakukan polisi terhadap anggota masyarakat yang melakukan pelanggaran atau membahayakan orang lain. Apalagi, lanjut Neta, saat itu korban yang mengendarai mobil menerobos razia polisi, kabur dan menghindar sehingga patut dicurigai sebagai pelaku kejahatan.

Dia menjelaskan, dalam kondisi seperti itu, tentunya polisi tidak mau ambil risiko. Jika pengendara itu tidak bersalah kenapa dia menerobos razia dan menghindar dari kejaran polisi.

“Jadi tembakan yang dilepaskan Brigadir K itu sebuah tindakan tegas agar pengendara itu tidak membahayakan orang lain. Hanya memang dalam proses penembakan itu perlu ditelusuri apakah penembakan itu sesuai SOP atau belum. Artinya sebelum melepaskan tembakan ke sasaran, apakah polisi tersebut sudah memberikan tembakan peringatan ke udara,” urainya.

“Jika sudah dan pengendara tetap melarikan diri, penembakan yang dilakukan polisi itu sebuah langkah yang tepat meskipun ada korban tewas,” tambahnya.

Dia mengatakan, dalam kasus ini, aparat kepolisian harus bertindak profesional, proporsional dan tegas agar anggota masyarakat terlindungi dari pelaku kejahatan.

Sebagai anggota polisi di lapangan, menurut Neta, wajar jika Brigadir K mencurigai pengendara itu sebagai kelompok kejahatan.

Sebab itu elit-elit Polri perlu membela anggotanya yang sudah melakukan tindakan tegas dalam mengantisipasi terjadinya kejahatan di jalanan, meski akibat tindakan tegas itu ada korban jiwa.

“IPW berharap elit polri dan publik bersikap bijak melihat peristiwa ini. Jika tidak, polisi di lapangan akan selalu ragu dan takut untuk bertindak tegas. Anggota polisi di lapangan tentu tadak mau ambil risiko dan polisi di lapangan juga tdk mau disalahkan masyarakat, jika di dalam mobil yang kabur itu ternyata adalah pelaku kejahatan. Yang disayangkan adalah kenapa si pengendara melarikan diri dan tidak mau berhenti,” demikian Neta.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Azairus and DUL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here