Home BERITA Komplain Tagihannya Tak Wajar, Bule Rusia Kena Bogem Sekuriti Kafe

Komplain Tagihannya Tak Wajar, Bule Rusia Kena Bogem Sekuriti Kafe

SHARE
Korban pemukulan sekuriti sebuah bar di Seminyak, Bali. (Radin/Krimina;itas.com).

KRIMINALITAS.COM, Badung – Warga Negara Rusia yang tidak ketahui namanya babak belur dihakimi oleh sekuriti salah satu bar ternama di Seminyak, Badung, Bali. Akibatnya, mata bule Rusia itu mengalami memat hingga pendarahan.

Berdasarkan informasi yang didapat dari akun media sosial Facebook milik teman korban, Denis Prisiazhniuk, menjelaskan insiden pengeroyokan dilakukan sekuriti bar La Favela terhadap temannya.

“Dia memesan minuman di bar itu dan meminta tagihan dalam bentuk print out tapi yang diberikan hanyalah sebuah kertas dengan tulisan tangan,” terang Denis di dalam akun Facebooknya, Rabu (11/1/2017).

Melihat tagihan yang tertera di atas secarik kertas dengan tulisan tangan. Sahabat Denis itu tidak menyangka bahwa tagihannya membludak, kemudian korban meminta menu kepada kasir dan pada saat itu datanglah sekuriti berbadan besar menghampiri korban.

“Kami didorong keluar bar, kemudian meninju wajahnya (korban) kemudian meninju lagi di bagiannya hingga dia terjatuh dan terus menendang tubuhnya,” tambahnya.

Atas kejadian tersebut, korban yang merupakan warga negara Rusia itu dilarikan ke Rumah Sakit BIMC lantaran mengalami luka yang cukup serius di bagian mata.

Saat dikonfirmasi ihwal peristiwa tersebut pihak Polsek Kuta mengaku, belum mendapatkan adanya laporan penganiayaan yang dilakukan sekuriti La Favela terhadap warga negara Rusia itu.

“Belum ada laporan, Mbak, akan kita selidiki,” singkat Kanit Reskrim Polsek Kuta AKP Ario Seno Bimoko kepada Kriminalitas.com.

Sementara itu, lewat akun Facebooknya, La Favela menerangkan bahwa jajarannya sangat marah dengan tim keamanan di bar tersebut yang telah menghakimi warga negara Rusia itu hingga kehilangan mata sebelah kanan akibat mendapatkan bogem mentah.

“Kami sangat sedih dan marah dengan tim keamanan kami. Dengan alasan apapun tindakan pemukulan itu tidak dibenarkan,” tulis management La Favela yang diposting di akun Facebooknya, Rabu (11/1/2017).

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and Radin Naarashan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here