Home BERITA Kontras: Penembakan Sedan di Lubuklinggau Bukti Polisi Salahi Prosedur

Kontras: Penembakan Sedan di Lubuklinggau Bukti Polisi Salahi Prosedur

SHARE
Koordinator Kontras, Haris Azhar. (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Koordinator Kontras, Haris Azhar mengkritik keras tragedi pemberondongan polisi ke sebuah mobil di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017) kemarin.

Apalagi akibat pemberondongan membuat satu orang tewas, dan lima lainnya terluka.

“Itu polisi ngawur,” kata Haris kepada Kriminalitas.com, di Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Atas tragedi ini, kata Haris, ada dugaan penggunaan kekuatan yang berlebihan. Bisa dilihat dari penggunaan senjata serbu ketika melakukan razia.

“Polisinya salah setidaknya untuk dua hal, melanggar standar penggunaan senjata dan standar operasi lalu lintas,”

Menurut Haris, penggunaan senjata serbu baru dilakukan ketika ada indikasi petugas menghadapi kasus yang mengancam keselamatan. Dari tragedi Lubuklinggau, tidak ada indikasi polisi menghadapi situasi berbahaya.

“Senjata itu hanya untuk situasi terancam jiwa. Kalau orang setir mobil kabur, kan tidak membahayakan si Polisi,” lanjutnya.

Kemudian kesalahan selanjutnya dalam penindakan lalu lintas. Menurut Haris polisi bisa memberikan peringatan kepada mobil yang kabur razia jika menemukan pengemudi yang kabur.

“Jika ada pelanggaran misalnya kabur, kan bisa dikejar atau dipanggil. Kemudian kan ada plat nomornya. Bukan ditembak,” tegas Haris.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Azairus and Aristo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here