Home BERITA Kritik dari PKS untuk Perppu Ormas

Kritik dari PKS untuk Perppu Ormas

SHARE
Presiden PKS Sohibul Iman (Elga/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Beragam kritikan bahkan penolakan hadir dari penerbitan Perpu Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat. Catatan kritis kali ini datang dari Partai Keadilan Sejahtera.

Presiden PKS Sohibul Iman mengatan, ada sejumlah hal yang dinilai tidak relevan dalam penerbitan Perppu yang diteken Presiden Joko Widodo pada tanggal 10 Juli 2017 itu.

Pertama yakni tidak ada kegentingan yang membuat pemerintah harus mengeluarkan suatu Perppu. Mengingat, salah satu syarat untuk dikeluarkannya Perppu yakni apabila adanya keadaan mendesak.

“Kalau ada satu ormas saat ini misalnya melakukan pengrusakan dan sebagainya, saya kira itu kegentingan memaksa. Saya kira itu kalau dibawa ke pengadilan terlalu lama, maka bolehlah keluarin Perppu ini, langsung disikat. Tapi kalau tidak ada kegentingan memaksa, jalannya adalah mengamandemen UU yang ada,” jelasnya di acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di DPP PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (16/7/2017).

Kemudian, ucap Sohibul, yakni terkait kewenangan eksekutif yang dinilai melampaui batas. Sebabnya, mereka bisa membubarkan Ormas hanya atas dasar tafsirannya sendiri.

Selanjutnya, soal adanya Surat Peringatan (SP) yang hanya diberikan pemerintah sebanyak satu kali juga menjadi sorotan pihaknya. Apalagi SP itu hanya berlaku dalam jangka waktu satu pekan.

Sohibul pun membandingkan aturan dalam Perppu tersebut dengan Undang-Undang tentang Ormas yang menurutnya dibuat dengan penuh kehati-hatian. Hal itu lantaran proses pembubaran suatu Ormas harus melalui mekanisme pengadilan.

“Sebelum masuk hukum itu, SP harus 3 kali dan itu sebulan (jangka waktunya). Ini kan sekarang (Perppu) begitu cepat dan diberikan ke eksekutif semata. Sangat subjkektif dalam demokrasi yang sedang kita bangun tertatih-tatih ini,” kata dia.

Menurutnya, adanya Perppu tersebut justru sebagai langkah mundur dalam kehidupan demokrasi yang dianut bangsa ini. “Saya kira ini kemunduran, biarkan itu (pembubaran Ormas) lewat pengadilan,” pungkasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here