Home BERITA Kuasa Hukum Tak Hadir, Pembacaan Dakwaan Kasus Diksar Maut UII Ditunda

Kuasa Hukum Tak Hadir, Pembacaan Dakwaan Kasus Diksar Maut UII Ditunda

SHARE
Salah satu terdakwa kasus Diksar maut UII (Alexy/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Karanganyar – Sidang perdana kasus Pendidikan Dasar (Diksar) maut Universitas Islam Indonesia (UII) digelar di ruang Candra Pengadilan Negeri Karanganyar, Kamis (18/5/2017).

Sidang kali ini beragendakan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap dua terdakwa yakni Angga Septiawan dan M Wahyudi. Sidang dipimpin oleh Wakil Ketua PN Karanganyar, Mujiono dan didampingi dua hakim anggota, M. Nafis serta Feny.

Namun, pembacaan dakwaan dari JPU  terpaksa ditunda lantaran kuasa hukum kedua terdakwa tidak hadir. Nantinya, sidang akan digelar pada Rabu (24/5/2017) mendatang.

“Sesuai hak terdakwa, kami menunda persidangan,” ujar Hakim Ketua Mujiono.

Sementara itu, Kuasa Hukum kedua terdakwa, Achiel Suryanto mengaku belum mengetahui agenda sidang yang digelar hari ini.

“Sampai senin kemarin gak ada surat pemberitahuan. Harusnya, tiga hari sebelum persidangan sudah ada surat pemberitahuan,” kilah Achiel.

Terdakwa Tak Tahu akan Disidang

Angga Septiawan dan M Wahyudi mengaku sama sekali tidak tahu bekal menjalani sidang perdana. Atas alasan tersebut, keduanya juga belum berkoordinasi dengan pihak kuas hukum.

“Kami tidak  tahu jika hari ini ada sidang,” ujar Wahyudi alias Yudi yang juga diamini Angga.

Terkait hal tersebut, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Karanganyar, Heru Prasetyo mengatakan, kejaksaan maupun pengadilan tidak berkewajiban mengirim pemberitahuan kepada penasehat hukum.

“Harusnya, pengacara berkoordinasi dengan terdakwa. Sehingga, keduanya bisa hadir sesuai agenda persidangan,” ujar Heru.

Heru menambahkan, seharusnya progres kasus itu diketahui oleh dua terdakwa, termasuk jadwal sidang perdana. Padahal, saat penyidikan tahap kedua, sudah ada kuasa hukum yang mendampingi.

“Saat kasusnya dilimpahkan ke kejaksaan, tentunya secara otomatis kuasa hukum menyesuaikan. Namun sekarang ketika kami menanyakan keberadaan kuasa hukum penyidik, katanya belum bisa hadir. Alasannya karena tidak ada pemberitahuan adanya sidang. Padahal dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun, harus didampingi kuasa hukum,” paparnya.

Haru juga mengaku heran terdakwa dan kuasa hukum sampai tidak tahu jadwal persidangan. Seharusnya, terdakwa berkoordinasi ke kuasa hukum usai menerima surat tembusan berisi pelimpahan kasus ke PN.

“Surat itu dilayangkan ke Rutan Klas I Surakarta,” tegasnya.

Kuasa Hukum Baru

Majelis hakim akan menunjuk kuasa hukum baru untuk kedua terdakwa. Hal ini dilakukan bila terdakwa tidak menghadirkan kuasa hukumnya di persidangan berikutnya.

“Sebenarnya tidak diatur batas waktu sampai kapan kuasa hukum dihadirkan. Namun kami mempertimbangkan azas peradilan cepat, biaya ringan dan seterusnya. Akan dilakukan persidangan dengan pendampingan kuasa hukum tunjukan pengadilan,” kata Ketua Majelis Hakim Mujiono.

Seperti diketahui, M Wahyudi dan Angga Septiawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan tewasnya tiga mahasiswa saat melakukan Pendidikan Dasar (diksar) Mapala di Tawangmangu pada Januari lalu. Ketiga korban yakni Muhammad Fadhli, Syaits Asyam, dan Ilham Nur Padmy Listia Adi.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nur Ichsan and Alexy Pratama

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here