Home BERITA Lagi di Singapura, Saksi E-KTP Bersaksi Lewat Video Call

Lagi di Singapura, Saksi E-KTP Bersaksi Lewat Video Call

SHARE
Sidang E-KTP, saksi memberikan keterangan lewat telekonfrensi (Diki/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kembali menggelar sidang perkara korupsi proyek e-KTP.

Rencananya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan delapan orang saksi ke dalam persidangan untuk diperiksa keterangannya terkait teknis pengadaan e-KTP.

Namun dari delapan saksi yang akan dihadirkan, hanya enam saksi yang terkonfirmasi akan hadir di sidang lanjutan Megakorupsi tersebut.

“Yang sudah konfirmasi hadir hanya ada enam saksi dari rencana awal delapan saksi,” kata Humas Tipikor Johannes Priyana, Kamis (18/5/2017).

Enam saksi tersebut ialah adik mantan Mendagri Gamawan Fauzi, Azmin Aulia, Afdal Noverman, Willy Nusantara Najoan, Amilia Kusumawardani Adya Ratman, Paultar Sinambela, dan direktur PT Sandipala Paulus Tannos.

Lewat Video Call

Salah satu saksi dalam sidang e-KTP, Paulus Tannos memberikan kesaksiannya di pengadilan Tipikor melalui video call karena sedang berada di Singapura.

Paulus yang merupakan direktur PT Sandipala Arthapura yang juga tergabung dalam konsorsium PNRI itu mengaku awal mula mengetahui proyek e-KTP dari keterangan koleganya di China.

“Sandipala tahu dari perusahaan China yang bilang akan ada tender e-KTP, nah disini saya bisa kita nih,” kata Paulus saat bersaksi melalui telekonferensi.

Selain itu, ia juga mengaku menghubungi perusahaan LEN Industri guna bersama-sama ikut dalam tender senilai Rp 5,9 triliun itu.

“Saya menghubungi PT LEN karena sebelumnya saya bekerja sama dengan PT LEN. Saya diusulkan untuk bergabung saja dengan konsorsium yang tengah kita bahas. Akhirnya kita sepakat untuk membuat konsorsium,” lanjutnya.

Sandipala tergabung dalam konsorsium PNRI yang berisi beberapa perusahaan seperti Perum Percetakan Nasional Republik Indonesia (PNRI), PT Sucofindo, LEN Industri, PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra sendiri.

Untuk Sandipala sendiri merupakan salah satu perusahaan yang memiliki keuntungan paling tinggi dalam proyek e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp 2,3 Triliun.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nur Ichsan and Diki Trianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here