Home BERITA LPA Sebut Pekerjakan Anak-Anak Bukan Bentuk Eksploitasi

LPA Sebut Pekerjakan Anak-Anak Bukan Bentuk Eksploitasi

SHARE
Reza Indragiri/NET

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA Indonesia) menyoroti kasus yang menimpa Tajudin, penjual cobek yang selama 9 bulan mendekam di penjara lantaran didakwa mengeksploitasi anak.

Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak LPA Indonesia, Reza Indragiri Amriel menjelaskan bahwa ada perbedaan antara pekerja anak dan buruh anak.

Menurut Unicef, kata Reza, seorang anak diperbolehkan untuk melakukan pekerjaan selama dianggapnya ringan dan tidak mengganggu pendidikannya.

“Serta tidak berbahaya bagi kesehatan anak itu sendiri,” kata Reza melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kriminalitas.com, Kamis (19/1/2017).

Reza menuturkan, yang dilarang ialah mempekerjakan anak sebagai buruh. Dicontohkannya yakni apabila anak-anak tersebut dipaksa bekerja di tempat yang berbahaya bagi keselamatannya.

“Yang paling ekstrim ialah anak bekerja sebagai PSK,” tuturnya.

Reza melanjutkan, di dalam nilai-nilai lokal, anak bekerja justru merupakan bentuk pendidikan dan pendewasaan bagi anak. “Namun, jangan sampai itu dijadikan dalih atas pengabaian hak maupun ekspliatasi anak,” pungkas pemerhati ini.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here