Home BERITA Mau Beli Batu Mulia? Ini Cara Mengetahui Keasliannya

Mau Beli Batu Mulia? Ini Cara Mengetahui Keasliannya

SHARE
Ilustrasi batu mulia. (E-bay)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Saat ini, batu permata sudah banyak dilirik oleh masyarakat, bahkan dianggap sebagai aset berharga, baik sebagai koleksi maupun investasi.  Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa membedakan dan mengidentifikasi keaslian dan kualitas batu mulia.

Akibatnya banyak yang merasa tertipu karena tidak dapat membedakan mana batu permata asli dengan batu permata sintetik, baik dari segi spesies, varietas, rekayasa warna, maupun kejernihannya.

Oleh karena itulah, sertifikasi merupakan identitas yang penting dan harus diperhatikan dalam bisnis atau jual-beli batu permata.

Untuk mengantisipasi kerugian akibat pemalsuan, berikut adalah beberapa hal yang bisa dikategorikan sebagai tindak kriminal dalam bisnis batu permata.

Batu palsu yang memiliki data sertifikasi asli (sertifikat tiruan)

Sertifikat tiruan adalah sertifikat yang datanya tidak tercantum dalam pemeriksaan dari lab secara otentik. Tiruan tersebut terdapat dalam cetakan sertifikat palsu.

Untuk pencegahannya, hal yang dapat dilakukan sebelum melakukan transaksi adalah melakukan crosscheck langsung ke lab yang bersangkutan.

Biasanya, dalam setiap sertifikasi terdapat hologram dan kode data input.

Batu palsu yang memiliki bentuk, cutting, ukuran, dan berat yang mirip dengan batu asli

Batu dari alam tidak bisa ditiru dengan batu olahan. Maksudnya, jika berat batu olahan tersebut disamakan dengan batu alam, maka ukuran batu tersebut tidak akan sama.

Demikian pula sebaliknya, jika batu olahan tersebut disamakan ukurannya, maka beratnya tidak akan sama.

Hal ini dapat dibuktikan dengan alat caliper yang berfungsi untuk mengetahui ukuran batu dan timbangan elektronik untuk memastikan berat batu permata tersebut.

Batu permata asli memiliki urat warna dan inklusi mineral yang berbeda dengan batu palsu yang biasanya eye clean dan memiliki urat warna yang melengkung.

Hal ini dapat dibuktikan dengan alat yang dinamakan loupe. Namun untuk memastikan keasliannya, pedagang dan pembeli disarankan untuk menggunakan jasa lab batu permata.

Shaheen Nazir/Dok. Pribadi

Shaheen Nazir
Pakar Batu Mulia, Alumnus German Gemological Institute (GGI/1993) dan Gemological Institute of America (GIA Bangkok/2012).

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here