Home BERITA Mendagri: Kematian Johannes Marliem Tak akan Ganggu Proyek e-KTP

Mendagri: Kematian Johannes Marliem Tak akan Ganggu Proyek e-KTP

SHARE
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Elga/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Saksi kunci kasus e-KTP Johannes Marliem meninggal di Amerika Serikat beberapa waktu lalu. Dia adalah salah satu penyedia jasa sistem biometrik yang digunakan dalam proyek e-KTP.

Meski begitu, meninggalnya Marliem diyakini tak akan mengganggu jalannya proyek pengadaan e-KTP.

“Kalau kasus tanya ke KPK, kalau ditanya ganggu (proyek e-KTP) atau tidak menurut saya tidak,” kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumol di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017).

Proyek e-KTP yang awalnya digarap oleh perusahaan Amerika nantinya akan direncanakan langsung digarap oleh pihak indonesia.

“Pengalihan dari Amerika ke kita (Indonesia) misalnya alih teknologi kan perlu waktu. Kalau mereka beritikad baik akan mudah, kalau tidak kan perlu waktu,” sambung Tjahjo.

Sejauh ini Kemendagri masih memaksimalkan KTP berbasis elektronik agar bisa digunakan secara maksimal dan terintegrasi.

Bahkan, bulan depan pemerintah kembali akan melakukan tender penyempurnaan proyek e-KTP agar bisa terintegrasi dan bisa digunakan dalam satu chip di semua wilayah di Indonesia.

“Selama ini kan dipegang AS. Tender bulan depan dilakukan tapi yang daftar dari Jerman dan Ceko. Dari kita (Indonesia) baru tiga orang dan kami bikin tender ini terbuka,” lanjutnya.

“Tahun ini saya punya target. Pas saya ke Papua, kalau sakit bisa pakai nomor NIK dan di sana bisa kelihatan riwayat sakit saya. Berharap bisa terintegrasi dengan RS swasta juga. Kalau di perbankan sebagian sudah,” tandasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nicky Aditya and Diki Trianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here