Home BERITA Nyaru Anggota Polisi, Sopir Truk ‘Sukses’ Lakukan Aksi Tipu-Tipu

Nyaru Anggota Polisi, Sopir Truk ‘Sukses’ Lakukan Aksi Tipu-Tipu

SHARE
Ilustrasi/NET

KRIMINALITAS.COM, Boyolali – Mengaku sebagai seorang polisi, SM (42), warga Dukuh/Desa Boran, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar, melakukan aksi tipu-tipu kepada empat korban dengan nilai puluhan juta rupiah.

Modusnya, tersangka menawarkan motor dinas polisi yang akan dilelang dan mengaku bisa mengatur lelang agar bisa dimenangkan oleh korban.

Informas yang dihimpun Kriminalitas.com, pelaku mendatangi salah seorang korbannya bernama Supriyadi pada awal bulan lalu. Pelaku mengaku anggota kepolisian dan menawarkan sepeda motor dinas Polres Boyolali yang akan dilelang di Satlantas Polres Boyolali.

Pelaku juga menjamin bahwa dirinya bisa memenangkan lelang karena kenal baik dengan komandan atau pejabat kepolisian. Syaratnya, korban mesti menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta.

Untuk menyakinkan korban, pelaku yang berprofesi sebagai sopir tersebut meminta biodata korban, lengkap dengan fotokopi KTP dan meterai dua lembar untuk mengurus persyaratan balik nama dan proses administrasi lainnya.

Selang beberapa hari, keduanya bertemu di depan Asrama Polisi Polres Boyolali di Sunggingan, Boyolali Kota, untuk bertransaksi. Setelah mendapat uang Rp 5 juta dari korban, tersangka pergi dengan alasan akan menyerahkan uang tersebut ke kantor dan menyuruh korban menunggu motor hasil lelang. Namun setelah ditunggu dua jam, tersangka tak kunjung datang sehingga korban melapor ke polisi.

“Korban ini ditipu mentah-mentah oleh pelaku yang menyamar sebagai anggota kita (Kepolisian-red),” terang Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Kamis (20/4/2017) siang.

Merasa ditipu, korban akhirnya melapor ke pihak berwajib. Berbekal laporan tersebut, polisi melakukan penelusuran hingga akhirnya berinisiatif memancing pelaku dengan cara menyamar sebagai pembeli. Pelaku akhirnya mau bertransaksi di lokasi yang sama. Akhirnya, pelaku berhasil dibekuk pada Rabu (19/4/2017) kemarin.

“Dari hasil pengembangan, ternyata pelaku sudah berkali-kali melakukan penipuan dengan modus yang sama,” kata Kapolres.

Pada bulan Februari lalu, tersangka memperdaya seorang warga Ampel, Boyolali, dengan kerugian Rp 6,2 juta serta warga Salatiga sebesar Rp 7 juta. Lalu pada bulan Maret kemarin, tersangka juga memperdaya seorang warga Simo, Boyolali, sebesar Rp 7,5 juta. Modusnya sama, yakni mengaku-aku sebagai anggota kepolisian dan menawarkan lelang motor.

“Saat ini kasusnya masih kita kembangkan. Tersangka akan dijerat Pasal 378 KUHP Juncto Pasal 372 KUHP tentang penipuan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara,” tandasnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Alexy Pratama and Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here