Home BERITA ‘Om Telolet Om’, Pelipur Lara Ibu Pertiwi

‘Om Telolet Om’, Pelipur Lara Ibu Pertiwi

SHARE
Ilustrasi Om Telolet Om. (Wisnu Angga Wijaya/Kriminalitas.com)
Ilustrasi Om Telolet Om. (Wisnu Angga Wijaya/Kriminalitas.com)

TERNYATA, tipikal masyarakat kita ini memang unik dan mungkin bisa dibilang ‘menggemaskan’. Suatu saat, gairah mereka begitu gampang tersulut untuk bersengketa dan berselisih tentang persoalan politik atau isu-isu yang sensitif. Tapi tak perlu waktu lama atau alasan yang terlalu rumit, mereka bisa kompak dan melupakan perseteruan, meski cuma sementara.

Fenomena ‘om telolet om’ adalah salah satu contohnya. Istilah yang mulanya diteriakkan oleh sekumpulan bocah di pinggir jalan yang meminta sopir bus membunyikan klaksonnya itu mendadak jadi ‘ujaran dunia’ dan bahkan menjadi jargon baru di seantero jagat.

‘Om telolet om’ sejenak menjadi penyejuk dan penyela dari hiruk-pikuk dan kegaduhan masalah bangsa yang datang bertubi-tubi dihadapi bangsa ini. Mulai dari gelaran pilkada yang bertensi tinggi, kasus penistaan agama, gerilya para teroris yang makin menakutkan, fatwa MUI yang menghebohkan, dugaan makar, dan ungkapan kafir yang diobral murah.

‘Om telolet om’ adalah oase untuk mendinginkan otak dan pikiran yang kadung diserbu hawa panas yang berhembus dari segala penjuru. Setidaknya, suara klakson bus ini menjelma menjadi ekspresi suka cita masyarakat. Ekspresi yang selama ini terlanggar oleh hegemoni kekuasaan dan membutuhkan pelampiasan. Sungguh kebahagiaan yang sederhana.

Bunyi ‘klakson ajaib’ ini menunjukkan ada kerinduan dan rasa kehilangan masyarakat pada hiburan yang sederhana dan ‘merakyat’. Mereka jenuh dengan atraksi politik yang tak kunjung usai dan sama sekali tak menyentuh kehidupan mereka.

Fenomena ‘om telolet om’ sanggup membuat masyarakat kita sejenak melupakan segala pertentangan dan perbedaan yang memicu perpecahan. Tak ada lagi dikotomi Islam-non Islam atau pribumi-nonpribumi, pahlawan muslim-pahlawan kafir, atau siapa pengawal konstitusi dan pelaku makar. Semua serempak dan sepakat berteriak ‘om telolet om’ dan bergembira bersama.

Tak ada yang menyangka bahwa ulah sekumpulan bocah kampung di wilayah Jawa Tengah itu bisa menginspirasi disc jockey (DJ) internasional menciptakan komposisi musik dengan bunyi klakson yang tersebar viral itu. Dan siapa pula yang menyangka, klub sepak bola sebesar Real Madrid dan FC Barcelona pun tak mau kehilangan momen untuk menyapa Indonesia dengan jargon ‘om telolet om’ tersebut.

Dan akhirnya, fenomena ‘Om telolet om’ mengajari bahwa kesederhanaan dan kejujuran bisa menyatukan apa pun latar belakang kita. Namun sayang, ‘kesenangan dan hiburan rakyat’ yang murah dan tak sedikit pun menyedot anggaran negara itu harus segera berakhir jika polisi benar akan melarangnya. Dan rakyat dipaksa untuk kembali memelototi kegaduhan negeri dengan wajah dan hati yang tak lagi gembira.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and SJM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here