Home BERITA Pakai Kata ‘Allah’, Band Amerika Ini Jadi Bulan-bulanan Umat Muslim Sedunia

Pakai Kata ‘Allah’, Band Amerika Ini Jadi Bulan-bulanan Umat Muslim Sedunia

SHARE
Grup band asal California, Amerika Serikat, Allah-Las (elculture.gr)
Grup band asal California, Amerika Serikat, Allah-Las
(elculture.gr)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pembatalan konser musik dan status siaga yang dicanangkan Kepolisian Rotterdam ternyata juga didukung oleh kelompok band ‘Allah-Las’. Pasalnya, band asal California, Amerika Serikat (AS) ini mengaku telah mendapatkan sejumlah ancaman dari berbagai pihak.

Seperti dirilis The Guardian, perwakilan grup band ‘Allah-Las’ memaparkan pihaknya mendapatkan sejumlah email yang berisi berbagai kecaman terhadap mereka. Pasalnya, nama band tersebut dipandang telah melecehkan umat Islam.

Vokalis band ‘Allah-Las’ mengungkapkan, dirinya menerima kritik dengan nada-nada mengancam, karena menggunakan kata ‘Allah’ sebagai nama grupnya.

“Kami menerima beragam email dari umat Muslim, baik di AS dan seluruh dunia. Mereka dengan gamblang menyebut, kalau mereka merasa dilecehkan oleh kami,” ujar Miles Michaud, vokalis band ‘Allah-Las’.

Namun Michaud mengatakan, pihaknya sama sekali tidak punya niat untuk melecehkan. Ia dan rekan-rekannya memilih nama ‘Allah-Las’, karena memiliki filosofi tersendiri.

“Kami membalas email-email hujatan tersebut dan menjelaskan mengapa kami memilih nama tersebut. Untungnya sebagian besar dari mereka mau mengerti,” papar Michaud.

Lebih lanjut, Michaud juga menjelaskan makna dari nama ‘Allah-Las’. “Kata ‘Allah’ bermakna Tuhan dalam bahasa Arab. Kami mencoba untuk mencari nama yang memiliki intonasi yang ‘suci’. Sejujurnya kami tak sadar hal ini menimbulkan polemik,” pungkas Michaud.

Seperti dikabarkan sebelumnya, kepolisian Kota Rotterdam membatalkan sebuah konser musik milik grup band ‘Allah-Las’, Rabu (23/8/2017) waktu setempat. Hal tersebut terkait dengan penemuan sebuah mobil van berpelat nomor Spanyol yang berisi sejumlah tabung gas di sekitar lokasi pertunjukan.

Polisi pada akhirnya memastikan mobil van tersebut tidak terkait dengan aksi teror dan dalam keterangannya, tabung-tabung gas tersebut akan digunakan untuk keperluan domestik. Meski begitu, otoritas setempat enggan menurunkan tingkat kesiagaan.

Pasalnya, pihak kepolisian dan otoritas terkait mendapatkan informasi akan adanya serangan teror di sekitar lokasi konser musik. Diduga ancaman teror tersebut terkait dengan sejumlah email yang diterima band ‘Allah-Las’ sejak beberapa waktu lalu.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and DRE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here