Home BERITA Paris Kembali Diteror, Enam Tentara Perancis Ditabrak Seorang Pria Misterius

Paris Kembali Diteror, Enam Tentara Perancis Ditabrak Seorang Pria Misterius

SHARE
Anggota polisi dan tentara Perancis berjaga di lokasi insiden penabrakan.
(Christophe Petit Tesson/EPA)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Perancis kembali menjadi sasaran serangan teror. Baru-baru ini, seorang pria menabrakkan mobilnya ke sekelompok tentara yang tengah berpatroli di sebuah pasar di salah satu distrik Paris, Perancis, Rabu (9/8/2017) pagi waktu setempat.

Akibat serangan tersebut, setidaknya enam anggota tentara dari resimen infanteri ke-35 mengalami luka-luka. Tiga di antaranya, seperti dirilis The Guardian, mengalami cedera serius.

Serangan yang terjadi sekira pukul 08.00 tersebut bermula ketika sebuah mobil jenis BMW terparkir di dekat lokasi kejadian. Diduga sang pengendara sengaja menunggu calon korbannya keluar dari barak tentara.

Lalu tiba-tiba mobil tersebut melaju dengan kencang melawan arah dan langsung menabrak para tentara yang tengah berbaris keluar barak. Setelah itu, BMW berwarna gelap tersebut langsung kabur.

“Tanpa diragukan lagi, itu adalah serangan yang terencana dan disengaja. Kendaraan tersebut sengaja menunggu para tentara tersebut,” ujar Wali Kota Levallois-Peret, Patrick Balkany.

“BMW tersebut melaju dengan kencang setelah para tentara itu keluar. Peristiwa ini terjadi di tengah kota dan begitu cepat,” lanjutnya.

Dari keterangan saksi mata, pelaku beraksi sendirian. Mereka tidak melihat ada orang lain di dalam mobil tersebut. Namun tidak ada satu pun yang berhasil mengingat atau mencatat nomor pelat dari BMW tersebut.

Sampai saat ini tim kepolisian Perancis telah melakukan penyegelan di lokasi kejadian. Otoritas Perancis belum merilis keterangan resmi, apakah insiden ini terkait dengan organisasi radikal atau hanya tindak kriminal biasa.

Adapun insiden ini terjadi selang empat hari setelah penangkapan seorang remaja berusia 18 tahun di Menara Eiffel. Remaja tersebut mencoba untuk menusuk salah seorang tentara di objek wisata terkenal itu.

Dari keterangan polisi setempat, remaja yang identitasnya belum diketahui itu sempat berteriak, “Allahu Akbar” sebelum melakukan aksi penusukan yang digagalkan oleh pihak keamanan.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Andreas Pratama and DRE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here