Home BERITA Pengamat Sebut Isu Rohingya Digoreng Kelompok Anti NKRI untuk Hancurkan Indonesia

Pengamat Sebut Isu Rohingya Digoreng Kelompok Anti NKRI untuk Hancurkan Indonesia

SHARE
Aksi bela rohingya (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com).

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis Muslim Rohingnya di Myanmar nampaknya dimanfaatkan oleh kelompok yang ingin menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal itu dikatakan Pengamat Intelijen Prayitno Ramelan. Pasalnya, kelompok anti NKRI ini ingin mengadu domba kesatuan dan persatuan anak bangsa.

“Tidak hanya peristiwa di dalam negeri seperti Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu, sekarang pun kasus kemanusiaan di Myanmar juga digoreng dengan membenturkan agama Islam dan Buddha. Isu SARA memang sangat rentan di masyarakat kita,” kata Prayitno di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Menurutnya, apa yang terjadi di Myanmar sebenarnya bukan konflik agama, melainkan karena masalah kemanusiaan yang dilandasi politik dan ekonomi, juga karena sistem demokrasi yang belum berjalan.

“Faktanya isu kemanusiaan, tapi digeser menjadi isu agama. Tujuannya menggerakkan massa. Apalagi ini solidaritas Islam, pasti ribuan orang yang turun seperti kasus Al Maidah,” kata purnawirawan perwira tinggi TNI AU itu.

Pray mengajak seluruh anak bangsa untuk berpikir jernih mencermati kondisi yang terjadi akhir-akhir ini. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk kembali memperkuat Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika untuk menjaga NKRI.

Terkait penyelesaian krisis Rohingya, ia menilai pemerintah Indonesia telah melakukan langkah yang tepat melalui jalur diplomasi serta memberikan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Apalagi, ia juga khawatir kondisi di Myanmar itu memicu terjadinya aksi terorisme, terutama dengan adanya rumor pengiriman orang ke Myanmar untuk ikut berperang di sana serta kemungkinan kasus itu ditunggangi kelompok radikal ISIS untuk melebarkan sayapnya di kawasan Asia Tenggara, selain di Marawi, Filipina.

“Mungkin saja dimanfaatkan kelompok radikal karena saat ini tokohnya ingin menghidupkan ISIS di Asia Tenggara . Setelah Al Qaeda memperkirakan pada 2017 ISIS habis di Timur Tengah, bisa saja ISIS mungkin bermain di Marawi dan Myanmar,” tutupnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Regina Nabila and Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here