Home BERITA Pimpin Apel Kesiagaan, Kapolri: Ramadniya 2017 adalah Operasi Kemanusiaan

Pimpin Apel Kesiagaan, Kapolri: Ramadniya 2017 adalah Operasi Kemanusiaan

SHARE
Jenderal Tito Karnavian pimpin apel kesiapan Operasi Ramadniya 2017 (Aristo/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian menggelar apel kesiapan Operasi Ramadniya 2017 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017). Dalam sambutannya, Kapolri menyebut bahwa Operasi Ramadniya merupakan operasi kemanusiaan.

“Apel operasi Ramadniya merupakan operasi terpusat 2017. Operasi ini adalah operasi kemanusiaan dalam rangka pengamanan Idul Fitri sekaligus antisipasi keamanan di Bulan Ramadan ini. Apel ini konsolidasi formal bagi kita semua,” kata Tito saat ditemui di Silang Monas, Jakarta Pusat, Senin (19/6/2017).

Tito melanjutkan, ada tiga hal yang disorot selama pelaksanaan operasi Ramadniya 2017 yang berlangung selama bulan Ramadan hingga 4 Juli 2017. Sorotan ini juga sesuai dengan instruksi yang diberikan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

“Pertama adalah masalah stabilitas harga pangan,” ungkap Tito.

Jokowi, ujar Tito, meminta tidak ada lonjakan harga pangan. Apalagi berdasarkan pengalaman sebelumnya, lonjakan pangan saat Bulan Ramadan tidak asing terjadi.

“Kami diminta bantu lembaga terkait dalam menjaga stabilitas harga,” ungkapnya.

Persoalan kedua, kata Tito, Presiden Jokowi menegaskan perihal keamanan selama bulan Ramadan. Terutama menghindarkan masyarakat dari kejahatan konvensional, seperti jambret, maling rumah kosong, hingga curanmor.

“Sekaligus juga yang menjadi catatan penting adalah ancaman terorisme,” lanjutnya.

Kemudian Jokowi meminta kepolisian untuk mengawal perjalanan mudik 2017 dengan baik agar tidak ada kejadian yang menyebabkan korban jiwa.

“Ketiga presiden minta dalam rapat kabinet, antisipasi arus mudik, arus balik. Beliau tidak menginginkan kemacetan parah di Brexit pada tahun lalu terulang,” pungkasnya.

Sebagai informasi, dalam musim mudik 2016 lalu terjadi peristiwa mencekam di pintu keluar Brebes Timur. Peristiwa ini juga dikenal sebagai tragedi Brexit.

Ketika itu, tragedi Brexit menewaskan setidak belasan orang. Hal itu terjadi akibat menumpuknya kendaraan yang hendak keluar berbarengan melalui pintu keluar Brebes Exit.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Sjamsu Dradjad and Aristo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here