Home BERITA Praperadilannya Ditolak, Buni Yani: Polisi Anak Emasnya KUHAP

Praperadilannya Ditolak, Buni Yani: Polisi Anak Emasnya KUHAP

SHARE
Buni Yani, pengunggah video Ahok (Kanugrahan/Kriminalitas.com)
Buni Yani, pengunggah video Ahok (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Majelis hakim menolak seluruh gugatan praperadilan yang diajukan Buni Yani. Alhasil status tersangka ujaran kebencian resmi melekat pada dirinya.

Menanggapi hal itu, Pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian menyindir polisi yang merupakan anak emas kitab undang-undang hukum acara pidana (KUHAP).

“Bagaimana pun anak emas KUHAP itu kan kepolisian. Artinya dalam tanda petik sebagai penyidik punya kekuasaan penuh dalam penyidikan,” sindir Aldwin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (21/12/2016)

Hal tersebut diutarakan Aldwin usai mendengarkan putusan hakim soal penolakan gugatan kliennya mengenai prosedur penangkapan yang dilakukan Polda Metro Jaya. Menurutnya, prosedur yang tertuang dalam KUHAP mengenai perkap tentang penangkapan harus diuji kembali.

“Ini musti diuji kembali. Apalagi di situ diatur oleh perkap juga, itukan yang punya kepolisian,” tandasnya.

Diketahui, dalam putusan praperadilan yang digelar hari ini, hakim ketua Sutiyono menyatakan prosedur penyidikan hingga penangkapan sah dan sudah sesuai dengan prosedur yang ada.

Menurut Sutiyono, perkap nomor 12 tahun 2009 tentang pihak-pihak yang berwenang dalam menandatangani surat penangkapan sudah dicabut.

Dengan demikian, berdasarkan peraturan yang baru yakni perkap nomor 14 tahun 2012 yang digunakan Polda Metro adalah sah secara hukum. Dalam perkap tersebut tidak diatur pejabat dan pangkat yang berhak menandatangani surat penangkapan.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Diki Trianto and Regina Nabila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here