Home BERITA Sebut Ahok Disokong Duit Triliunan oleh ‘Sembilan Naga’, Habib Rizieq Kembali Dipolisikan...

Sebut Ahok Disokong Duit Triliunan oleh ‘Sembilan Naga’, Habib Rizieq Kembali Dipolisikan Badja

SHARE
Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. (Kiki Budi Hartawan/Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dilaporkan relawan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat alias relawan Badja ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin (17/4/2017) ini.

Rizieq dilaporkan atas dugaan tindak pidana SARA dan provokasi, sebagaimana ceramah yang disampaikan di Masjid Sunan Ampel, Jawa Timur.

Suhadi, salah seorang relawan Badja menyebut, pelaporan dilayangkan karena Rizieq sempat menyinggung Ahok-Djarot disokong konglomerat ‘Sembilan Naga’. Sayangnya singgungan itu dilayangkan tanpa fakta apa pun.

“Dalam pernyataannya, Habib Rizieq mengatakan bahwa paslon nomor dua ini dalam kampanye didukung oleh sembilan naga,” kata Suhadi kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Bahkan, kata Suhadi, Rizieq menyebut ada dana triliunan dikeluarkan sembilan naga untuk memenangkan Ahok-Djarot dalam Pilkada DKI.

“Sembilan naga yang dikatakan ini adalah para konglomerat yang disebutnya sudah menggelontorkan triliunan dalam rangka memenangkan Basuki-Djarot,” lanjutnya

Padahal, kata Suhadi, selama pelaksanaan Pilkada DKI, aliran dana Ahok-Djarot dilaporkan dengan jelas dan transparan. Dia mengklaim, dana kampanye Ahok-Djarot berasal dari masyarakat.

“Karena memang perolehan dana itu berasal dari masyarakat, bukan dari pribadi orang per orang, tapi betul-betul partisipasi masyarakat yang ditentukan oleh KPUD dan dilaporkan lansung kepada KPUD juga,” lanjutnya.

“Jadi kalau seandainya dikatakan Ahok didukung oleh konglomerat, itu sangat mengada-ada dan tidak benar. Sembilan naga itu kan ilustrasi,” tuturnya.

Di sisi lain, juru bicara FPI, Slamet Maarif tidak heran atas pelaporan yang dilayangkan Badja ke Habib Rizieq. Saat ini tim hukum yang dibentuk FPI sedang mempelajari pelaporan tersebut.

“Enggak kaget, nanti tim advokasi yang pelajari,” singkat Slamet saat dihubungi Kriminalitas.com.

Adapun laporan Badja itu bernomor TBL/261/IV/2017/BARESKRIM. Rizieq terjerat Pasal 28 ayat 1 dan ayat 2 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Aristo and Sjamsu Dradjad

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here