Home BERITA Selain RS Dharmais, Ada 45 Ribu Komputer yang ‘Terjangkit’ Virus WannaCry

Selain RS Dharmais, Ada 45 Ribu Komputer yang ‘Terjangkit’ Virus WannaCry

SHARE
Tampilan layar komputer sebuah rumah sakit di Jakarta yang terjangkit ransomware WannaCry. (Twitter)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pada Sabtu 13 Mei 2017, layar komputer antrean pasien rumah sakit Dharmais dan rumah sakit Harapan Kita berubah menjadi tulisan pemberitahuan bahwa komputer tersebut telah diambil alih. “Ooops, your files have been encrypted!”

Tampilan pada layar komputer di Rumah Sakit Dharmais tersebut merupakan tampilan komputer yang sudah terjangkit virus WannaCryptor 2.0, sebuah jenis malware yang disebut sebagai ransomware, yakni virus yang memblok akses pemilik komputer terhadap seluruh file yang ada di komputernya.

Dharmais dan Harapan Kita hanyalah dua dari ribuan komputer dari 45 negara yang terpapar virus yang  disebar oleh teroris siber ini.

Peneliti keamanan pada Kaspersky Lab memiliki catatan bahwa ada 45 ribu serangan virus yang beken disebut WannaCry itu di 99 negara.

Jumat pagi, serangan ransomware pertama kali terdeteksi di Amerika Serikat dan negara-negara di Amerika Selatan, menembus Eropa termasuk Russia.

(Baca: WannaCryptor 2.0, Ransomware yang Serang RS Dharmais dan Harapan Kita)

Menteri dalam negeri Russia mengungkapkan, di negaranya telah terjadi 1.000 serangan WannaCry tanpa menyebutkan institusi apa yang terserang.

Di Spanyol, WannaCry menginfeksi sistem komputer perusahaan telekomunikasi terbesar di sana, Telefonica.

Peneliti keamanan siber dari Perusahaan Agari, Markus Jakobsson mengungkapkan, meski diklaim dilakukan oleh teroris siber, namun pola serangan WannaCry tidak ditujukan pada target-target tertentu.

“Penyebarannya begitu luas. Ini jelas bukan serangan yang ditujukan untuk institusi besar saja, melainkan untuk menyerang semua orang yang memungkinkan (terkena virus),” ujar Jakobsson seperti dikutip Guardian.

Untuk kasus di dalam negeri, Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memberikan imbauan kepada warga Indonesia untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan komputer.

Kemenkominfo mengakui bahwa telah terjadi sejumlah serangan WannaCry di Indonesia tanpa merinci institusi apa saja yang diserang.

Belum diketahui langkah apa yang diambil pihak rumah sakit Dharmais dan RS Harapan Kita untuk menanggulangi virus WannaCry ini. Yang jelas, sejak sistem komputernya diserang WannaCry, dua rumah sakit tersebut mendaftar pasiennya secara manual.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and BLK

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here