Home BERITA Setara Institut: Latihan Bela Negara untuk FPI Picu Kontroversi Baru

Setara Institut: Latihan Bela Negara untuk FPI Picu Kontroversi Baru

SHARE
Geger dunia maya foto FPI latihan militer bareng TNI (Instagram @dpp_fpi)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pelatihan bela negara yang dilakukan TNI untuk ormas Front Pembela Islam (FPI) di Lebak, Banten menjadi sorotan. Belakangan diketahui kegiatan tersebut ternyata ilegal karena belum mengajukan izin kepada Pangdam III/Siliwangi.

“Sekalipun secara legal tindakan TNI melatih FPI bukanlah pelanggaran, tetapi secara politik dan etis, tindakan itu dapat memunculkan ketegangan dan kontroversi baru,” tegas Ketua Setara institut, Hendardi kepada wartawan di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut bisa menguatkan dugaan kalau TNI punya kedekatan dengan kelompok radikal yang anti kemajemukan. Bahkan, bisa semakin menyulitkan penegakan hukum terhadap FPI yang kerap melancarkan aksi toleransi.

“Langkah TNI melatih sejumlah anggota FPI juga mempertegas dugaan ‘kedekatan’ TNI dengan kelompok Islam radikal semacam FPI yang hanya akan mempersulit penegakan hukum atas aksi-aksi intoleransi yang dilakukan kelompok ini,” ujarnya.

Hendardi menganggap, program latihan tersebut menunjukan standar ganda TNI yang kerap menyuarakan NKRI. Secara politik dan etis tindakan itu justru hanya akan menimbulkan kontroversi baru.

“TNI mengalami disorientasi serius dalam menjalankan perannya sebagai aparat pertahanan negara dan elemen yang juga dituntut berkontribusi menjaga kebinekaan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Front Pembela Islam Banten menggelar Pelatihan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) di Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (5/1/2017) kemarin. Latihan tersebut dipimpin langsung oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai mentor.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Diki Trianto and Regina Nabila

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here