Home BERITA Soal Hak Angket KPK, Jokowi Kalah Jauh dengan SBY

Soal Hak Angket KPK, Jokowi Kalah Jauh dengan SBY

SHARE
Presiden Joko Widodo meminum teh bersama Presiden Keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono
(Setkab)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara Bivitri Susanti menyoroti sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tidak tegas dalam menengahi kegaduhan terkait hak angket yang diajukan DPR terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurutnya, lemahnya Jokowi dalam mengambil sikap lantaran kasus E-KTP menyeret nama-nama orang dekatnya.

“Kalau kita analisis jaringan-jaringannya kelihatannya karena kasus e-KTP ini banyak menyangkut orang-orang yang punya relasi dengan presiden. Ini yang harus kita bongkar sama-sama,” ucap Bivitri saat diskusi di Hotel Puri Denpasar, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/5/2017).

Menurutnya, sikap Jokowi ini memang kalah tegas dibanding Presiden Indonesia keenam Susilo Bambang Yudhoyono ketika menengahi kasus cicak vs buaya.

“Sekarang ini Pak Jokowi masih kurang untuk bergerak, dia cuma bikin pernyataan ‘Saya ada di belakang KPK’, tapi masih cuma di titik pernyataan,” imbuhnya.

Sedangkan menurutnya, belum ada langkah konkrit yang bisa dilihat masyarakat bila dia memang serius mendukung KPK membongkar kasus tersebut.

“Sebaiknya presiden nengahin. Ini yang buat banyak orang kecewa,” tuturnya.

Menurutnya, Jokowi masih kurang mengedepankan masalah hukum. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu terkesan masih sekedar bicara politis.

“Dia cuma  bilang jangan buat kegaduhan. Seharusnya yang dikedepankan di negera hukum kan harus tegas. Itu jarang sekali dia lakukan” sesalnya.

“Jadi kelihatannya itu yang dia lakukan, dia lebih mau selesainya smooth (secara halus), padahal menurut kami kalau dibiarkan terus ini bisa membunuh KPK lama-lama,” tutupnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Nur Ichsan and Elga Hikari Putra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here