Home BERITA Tak Ada Penjahat yang Ditembak Mati Oleh Polisi di Kota Ini

Tak Ada Penjahat yang Ditembak Mati Oleh Polisi di Kota Ini

SHARE
Ilustrasi (Kriminalitas.com)

KRIMINALITAS.COM, Salt Lake – Tak ada penjahat yang mati sejak tahun 2015 di Salt Lake City. Hal itu karena polisi di sana sudah menyimpan peluru mereka sejak kasus penembakan kontroversial yang dilakukan perwira polisi terhadap Michael Brown, yang menyebabkan aksi unjuk rasa besar-besaran.

Dilansir Huffpost, Kamis (18/5/2017), pejabat di kota tersebut telah melakukan kajian. Hasilnya, Polisi di ibu kota Utah itu akan melakukan sebuah taktik yang disebut deeskasi.

“Petugas yang dilatih dalam deeskalasi didorong untuk berkomunikasi dan berempati dengan tersangka, mencatat faktor-faktor yang berkontribusi terhadap konfrontasi, dan mempertimbangkan cara untuk melepaskan diri sebelum situasi spiral di luar kendali, yang menyebabkan penggunaan kekerasan,” ujar petugas setempat.

Untuk diketahui, berdasarkan perhitungan Washington Post, setidaknya 367 orang tewas terbunuh sepanjang tahun. Dengan cara baru ini diharapkan para perwira dapat mengatasi situasi yang mungkin terjadi sehingga mereka dibenarkan untuk menggunakan kekerasan.

“Departemen Kepolisian Kota Salt Lake mungkin adalah salah satu agen terkemuka di negara ini untuk melatih dan menerapkan serta menggunakan taktik ini untuk mengurangi angka kematian penjahat,” kata Kepala Polisi Salt Lake City Mike Brown.

Sementara itu, agar adil, penggunaan taktik deeskalasi harus dipertimbangkan dalam penerapannya. Detektif Greg Wilking, petugas informasi publik untuk departemen kepolisian memberikan komentarnya atas hal tersebut.

“Kami tidak memiliki beberapa masalah di kota besar dan wilayah metropolitan. Sudah menjadi tugas polisi untuk membuat tenang,” ujarnya.

Nantinya, polisi hanya akan menggunakan taser dalam bertugas. Senjata yang kerap dibawanya akan disimpan. Hal inilah yang akan menjadi landasan bagi para perwira dalam melaksanakan deeskalasi.

Sebelumnya, penembakan kontroversial selama beberapa tahun terakhir yang dilakukan polisi Salt Lake City menjadi perdebatan.

Dalam insiden pada Agustus 2014, seorang petugas menembak mati Dillon Taylor, pemuda berusia 20 tahun yang tidak bersenjata, beberapa hari setelah penembakan warga bernama Brown di Ferguson, Missouri.

Selanjutnya, pada bulan Januari 2015, seorang perwira menembak mati James Barker (42) yang melawan petugas saat hendak ditangkap menggunakan sekop salju.

Lalu, Februari 2016, polisi tersebut menembak Abdi Mohamed hingga membuatnya lumpuh. Mohamed adalah seorang tersangka dalam sebuah serangan dan dilaporkan dipersenjatai dengan gagang penyapu logam pada saat dia ditembak.

“Berkaca hal tersebut kita harus terus belajar dari kesalahan. Jika tidak, kita kalah dalam pertempuran. Anda tidak bisa mengatakan bahwa Anda telah melakukannya dengan benar dan baik hanya dari penilaian diri sendiri,” ucapnya.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Dinda Chairina and FDC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here