Home BERITA Tak Akan Kabur, Polisi Tidak Penjarakan Buni Yani

Tak Akan Kabur, Polisi Tidak Penjarakan Buni Yani

SHARE
Konferensi pers Buni Yani  (Kanugrahan/Kriminalitas.com)
Konferensi pers Buni Yani (Kanugrahan/Kriminalitas.com)

 

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Setelah melakukan pemeriksaan secara marathon, pemilik akun S Buni Yani (SBY) yang mengunggah video kontroversial Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akhirnya tidak ditahan.

Meski menyandang ‘gelar’ tersangka, namun Polisi membiarkan Buni pergi secara bebas karena dia bersikap kooperatif.

“Untuk proses selanjutnya, dia tidak ditahan, karena dengan alasan objektif, dia kooperatif dan dia menjawab semua pertanyaan penyidik. Subjektifnya dia tidak melarikan diri. Kita juga sudah upayakan pencegahan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiyono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (24/11/2016).

Adapun alasan Buni mengunggah video tersebut karena ia ingin berkomunikasi dengan netizen melalui akun facebook. Namun, oleh tersangka ditambahkan dengan kata-kata yang dianggap memicul kebencian dan SARA.

“Dia sebenarnya mau mengajak diskusi dengan netizen, dan dia sengaja memposting itu. Kalimatnya diambil dari video. Tetapi ditambahkannya sendiri dengan yang ada didalam kurungan (kalimat berisi kebencian) itu,” ungkap eks Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Timur ini.

Awi melanjutkan, saat ini penyidik tengah melengkapi berkas acara pemeriksaan(BAP) tersangka untuk segera dilimpahkan kekejaksaan.

“Akan kami kirimkan (BAP), dalam waktu dekat ke Kejaksaan Agung (kejagung) selama 60 hari kedepan,” jelas Awi.

Sebagai informasi, penyidik Subdit Cyber Crime, Direktorat Kriminal Khusus, Polda Metro Jaya menetapkan Buni yani sebagai tersangka, sejak Rabu(23/11/2016) malam sekitar pukul 20.00 WIB.

Buni dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 junto Pasal 45 ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 11/2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman penjara 6 dan denda Rp 1 miliar.Buni terbukti menulis 3 paragrap di akun facebooknya yang berisi kebencian dan SARA.

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Regina Nabila and Sapuji

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here