Home BERITA Tak Hanya FPI, Program Bela Negara Juga Diikuti 24 Ormas

Tak Hanya FPI, Program Bela Negara Juga Diikuti 24 Ormas

SHARE
Bela negara FPI
Geger dunia maya foto FPI latihan militer bareng TNI (Instagram @dpp_fpi)

KRIMINALITAS.COM, Jakarta – Kegiatan bela negara yang diselenggarakan kementerian pertahanan ternyata tidak menyasar hanya sebatas Front Pembela Islam (FPI) saja.

Hal tersebut disampaikan oleh Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Nasional, Ustadz Maman Suryadi saat dikonfirmasi Kriminalitas.com.

“Kalau enggak salah ada 24 ormas yang ikut. Ada dari KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia), Pemuda Pancasila, dan beberapa ormas yang besarlah. Salah satunya FPI sendiri,” terangnya kepada Kriminalitas.com, Rabu (11/1/2017).

Ia menuturkan, kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Pertahanan itu berlangsung selama satu bulan. Kegiatan tersebut juga bukan kegiatan militer yang sempat beredar di sosial media, melainkan aksi sosial.

“Kegiatannya ada perbaikan mushola, perbaikan gereja, menyumbang fakir miskin,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kegiatan yang berlangsung di Lebak, Banten termasuk di sekitaran pulau Sumatera itu berlangsung cukup baik. Bahkan saat mengunjungi kepulauan Riau, sejumlah ormas yang ikut dalam aksi tersebut disambut baik oleh masyarakat sekitar.

“Kita diterima dengan baik kok, di sana kita juga bergaul dengan orang non Islam, di Natuna nama kita terpampang, diabadikan di plakat pulau Natuna,” tandasnya.

Seperti diketahui, bela negara yang di lakukan oleh FPI sempat menuai banyak reaksi dari kalangan netizen. Hal tersebut muncul setelah DPP FPI mengunggah foto kegiatan bela negara yang dilakukan di Lebak Banten.

Namun demikian, hal tersebut menjadi terang benderang setelah Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi kegiatan Bela Negara yang dilakukan oleh FPI bersama dengan Kodim 06/03 Lebak, Banten.

“Saya akan selidiki latihan FPI. Seharusnya izin saya dulu tapi kalau tidak (izin) juga tidak masalah, asalkan tidak ada hal-hal yang luar biasa,” ujarnya di kawasan JCC Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Jika dilihat dari ketentuan UUD l945 dan undang-undang nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, ditegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara. Hal itu tertuang dalam UUD 1945 Pasal 30 ayat (1).

Scroll ke bawah untuk berita lainnya.

Rizky Ramadhan and Diki Trianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here